RSS

Tag Archives: Riyadh Ash Sholihin

Latihan.

Mar : Eh Mut, Mut, tolongin gw donk Mut.
Mut : apaan? (*bergeming)
Mar : kira-kira apaan Mut? Lo noleh bentar deh Mut! (dan ternyata si Mbak Mar-nya sedang keberatan bawa kardus-kardus dan tas-tas belanjaan bulanan asrama ke gudang).
Mut : (noleh) eh iya, hehe… bentar ke kamar kecil dulu.

#Percakapan imajiner antara Mbak Mar dan Mut.

Sering. Sering sekali ditemui.

Kata seorang Imam, “Malu! Jika saudaramu sampai mengutarakan hajat kepadamu. Mengapa tidak mampu kau tangkap kebutuhannya hanya dari raut wajah, atau isyarat gerak-geriknya?”, kira-kira seperti itu.

Wih. Yang begini-begini nih, membutuhkan latihan dan latihan dan latihan. Kondisi hati tak selalu berada dalam suasana baik untuk sekadar tersenyum, atau menangkap kebutuhan saudara.

Dalam hal-hal seperti ini kita,saya terutama, sebaiknya berusaha menerapkan standar ganda. Berlakulah sebaliknya terhadap diri sendiri. Kata “mastato’tum” yang disebut Rasulullah dalam salah satu arba’in itu bisa kita aplikasikan : bekerjalah sampai batas kemampuan. Jika belum semaksimal mungkin, usahakan jangan meminta tolong atau merepotkan saudaranya.

Pun dengan prasangka.

Berusaha selalu berprasangka baik apapun kondisinya. Apapun.
Dan selalu menjaga perilaku diri, melakukan klarifikasi jika perlu, untuk membantu saudaranya agar tetap berprasangka baik.

Latihan.
Latihan jadi orang-orang shalih.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2012 in Uncategorized

 

Tags: