RSS

Tag Archives: Fujur atau taqwa

Aside

Witing tresno jalaran soko kulino. Begitu kata pepatah Jawa.

Seperti kata lagu alay-jadulnya Alda : aku tak biasa jika tak ada kau di sisiku…
hihihi.

Jadi, semua ini adalah soal pembiasaan. Biasa sms sampai keseringan dan ketagihan, biasa telpon jadi serasa ada yang kurang jika tidak nelpon, biasa ketemu jadi serasa separuh nafas hilang jika tidak bertemu. 😀

Maka, kesimpulannya,
Yen ora kulino, biso dadi jalaran ilange tresno.
Apa sih yang tidak bisa dilatih dari manusia?
Badan kerempeng bisa jadi berotot karena latihan, yang gemuk bisa kurusan karena latihan, yang ga bisa naik sepeda jadi bisa karena latihan.
Maka, insyaallah begitu juga hati.
Jika ia terbiasa pada taat, maka alarm hatinya otomatis melengking jika ia sedikit saja tidak taat.
Jika ia terbiasa pada maksiat, maka ia tak merasa berdosa dan malu lagi, sehingga ia terbiasa berbuat sesuka hatinya.

Begitu juga dengan perasaan. Perasaan itu menurut saya adalah sejenis clay yang bisa di formed-reformed,
hihi…#apapulak
ia bisa diwarna dengan sepuhan macem-macem seperti yang kita inginkan. Ia hanya satu dari tentara hati.

Jadi sekarang, tergantung, fujuroha au taqwaha yang akan dipilih. Dan kita akan terbiasa di situ.
Dan kamu, kamu, kamu, itu ya, adalah umat pilihan. Maka ya cobalah berkaca bagaimana kualitas diri sebagai umat pilihan (ngomongsamakaca). Bagaimana menyiapkan jawaban ketika nanti ditanya : “apa saja yang kamu kerjakan di organisasimu setahun terakhir?”.
Masa pantaskah jawaban “saya sibuk smsan alay sama ikhwan, saya juga sibuk ngurusin virus yang entah kenapa selalu menyerang saya secara brutal.”

Hhh.
Bagaimana menyelesaikan umat jika belum selesai dengan diri sendiri?
-merenung…

a little thing called….. ****

 
Leave a comment

Posted by on November 19, 2012 in Cerita Kata, Lookinside

 

Tags: