RSS

Tag Archives: bekasi

celotehannnn

Salah satu tema pembicaraan dalam perjalanan bogor-bekasi-bekasi-bekasi-bogor kemarin adalah tentang wanita.
quote dari driver “tidak ada yang bisa mengerti wanita, karena wanita pun tidak pernah mengerti dirinya sendiri”. lalu disambung dengan “ooo tidak bisaa…” dari seorang penumpang di barisan tengah, yang tentu saja seorang wanita, yang mungkin termasuk kategori wanita yang mampu mengerti dirinya sendiri.

#just intro

Dalam perjalanan hari itu ada sepenggal waktu sore yang sangat sunyi. hanya ada saya dan hati. berbicara campur aduk mencoba mengurai sebutir kekusutan. dengan berulang-ulang kata “Allah”. dengan mencoba mengingat segala dalil-dalil rasional yang diturunkan-Nya. dengan mengingat segala teori-teori yang pernah terindra. dengan mencoba berdamai dengan perasaan. lalu memutuskan untuk berfokus pada apa yang harus dikerjakan, bukan apa yang harus di-rasa-kan perasaan.
memang kadang di titik itulah wanita sulit dimengerti. perasaan yang terlalu mendominasi dan terlalu terekspresi.

Dalam perjalanan hari itu ada hikmah. salah satunya silaturrahim. saya tersadarkan. jika dengan aktivis se-Indonesia aja ada forum silaturrahim, bagaimana dengan orang-orang terdekat rumah? seharusnya akses fisik yang mudah tidak terhalangi oleh akses maya yang memang jauh lebih mudah.

Dalam perjalanan hari itu ada hikmah. bahwa membuat sistem itu memang harus rapih sedari awal, awal sekali. jika tidak, maka dibutuhkan tenaga ekstra untuk memperbaiki keadaan yang “sudah terlanjur”. belajar. belajar sekali lagi.

Dalam perjalanan hari itu ada hikmah. bahwa mungkin sesekali kita pernah meremehkan suatu hal, suatu sikap, atau suatu kebiasaan orang, tanpa menyadari sebenarnya untuk apa ia melakukannya, dan apa manfaat yang bisa didapat ketika ia melakukannya. dan bagaimana manfaat yang kita rasakan juga ketika kita melakukannya.

Dalam perjalanan hari itu ada hikmah. bahwa skenario Allah terlalu misterius untuk diusik dengan sesuatu yang tidak sepantasnya. hanya ada satu pilihan pada akhirnya : berjalan dalam koridor-Nya, meski di waktu-tempat-situasi yang hanya kita dan Dia.

Dalam perjalanan hari itu…saya jadi ingin pulang, sejenak saja.

Dalam perjalanan hari itu…

Terimakasih sangat, sodara-sodara…

-hanya sekedar oase sejenak, pelepas dahaga ruhani. mari kembali pada rutinitas-dinamis kembali-

 
1 Comment

Posted by on May 28, 2012 in Lookinside

 

Tags: