RSS

Catatan yang tak boleh terlewat

Frozen. And then… melting.
Ketika, meski tak langsung, kembali menyaksikan peristiwa agung itu. Sebuah ikrar kembalinya ruh pada perjanjian agungnya dengan Tuhannya, hati yang kembali bersaksi bahwa Dia Illah yang wajib disembah. Pintu yang membuatnya kembali suci tanpa setitikpun noda…
Sungguh bagiku itu sebuah keputusan besar, bagi seorang belasan tahun sepertimu dek. Bandingin gw kelas 2 SMA dulu, yang nutup aurat masih blangbentong, suka jailin orang, dan segala-segala. Sedangkan kau, di umur yang sama telah mengambil langkah besar. Langkah kembali.
Aku masih begitu kurang bersyukur telah dan tetap berada dalam Islam sejak nafas pertama mbrojol ke dunia hingga detik kutulis ini. Sedangkan engkau di sana, menjemput keIslamanmu dengan sepenuh jiwa raga. Aku iri padamu dek. Semoga istiqomah menetapi jalan ini…

#smanida
#muallaf

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2014 in Uncategorized

 

aku (masih) ingin

Aku ingin menyimpan rahasia ini. Hingga nyamuk yang hinggap di pipiku pun tak sanggup mendengar. Hingga berisiknya tertingkahi oleh degup jantungku tiap detik.

Aku ingin menyimpan rahasia ini. Hingga esok pagi, lalu esoknya, lalu esoknya, lalu dan terus lalu. Agar malam ini aku bisa bercerita sendiri sepuas hati. Pada heningnya. Pada alunan gelapnya. Pada gambar masjid di atas sajadah kecilku.

Aku (masih) ingin menyimpan rahasia ini hingga suatu detik tak terhingga di ujung sana.

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2014 in Uncategorized

 

yes, you.

Energi para orang baik itu, mendinginkan bumi. Hamdalah berapa kalipun seusai sholat, kita akan menemukan nikmatNya yang jauh lebihhh. Uncountable. Perjalanan kita, pasti menambah banyak daftar orang-orang baik yang Allah utus untuk membantu mempermudah kita. Maka perjalanan adalah salah satu cara tepat untuk bertafakur, alamnya, manusianya, pertolongan-pertolongan Allah di sepanjang perjalanannya.

Mari,,

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2014 in Uncategorized

 

ring satu

Kamu melayang-layang,
dalam wajah buram,
entah ada entah tiada.
entah hidup entah mati.
yang aku tahu, kamu terlahir kembali menjadi spiderman hitam.
Lewat tangan-tangan misterius yang selalu kutangkap sebagai sekilas cahaya putih.
Kamu telah menjadi kamunya kamu.
Tenang, putih, dan serupa purnama.
Seperti aku akhirnya berhadapan hanya dengan diriku.
Bersemedi.
Sampai ujung malam akan kuucapkan,
selamat bergabung, wahai hidup yang separuh.
Aku akan melanjutkan semedi.
Menunggu pagi.

 
Leave a comment

Posted by on May 26, 2014 in Uncategorized

 

salty

Hai engkau yang di sana.
Yang tengah jauh kini.
Yang selalu merindukanku. (Ups. Kebalikkk!!)
Yang cemas memikirkan aku.
Yang tak henti menyayangiku.
Yang tak henti mengalirkan doa untukku.
Taukah engkau?
Setiap orang yang mendengar cerita tentangmu selalu ingin bertemu denganmu. Sebegitu fenomenalnya engkau dalam hidupku? Pletakkk. Bagemanalah bisa gak fenomenal. Di sepanjang nadi ini ada darahmu mengalir. Di setiap nukleus ada salinan DNAmu berekspresi.

Tahukah engkau?
Aku rindu. Aku rindu sekali.

 
Leave a comment

Posted by on March 29, 2014 in Uncategorized

 

hari ini 16 maret.

Ada se-suatu yang memang tidak akan sanggup kita paksakan. Entah sekeras apapun daya. Di titik itulah harusnya hati berfikir : ada apa di balik ini? ada pesan Robbani yang harusnya segera ditangkap oleh hati. Pesan yang menggoreskan kearifan, bahwa hakikat hidup adalah ketundukan penuh pada aturan Tuhan.
Meski berbeda. Meski tak diingin. Meski tak sesempurna rencana. Meski dan meski yang selanjutnya.

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2014 in Uncategorized

 

Unvisible-Deep-Something of you

Aku bukan sahabatmu yang manis. Yang akan memelukmu saat kau gundah. Atau duduk manis di sampingmu sambil menggenggam erat tanganmu saat kau menangis. Paling-paling aku cuma bertanya “Kenapa?” Lalu kau tak jawab lalu aku diamkan saja.

Aku benar-benar bukan sahabatmu yang manis. Yang ingat kapan hari lahirmu lalu rela terkantuk menunggu demi detik pertama mengucapkan selamat milad. Bahkan aku lupa kapan hari lahirmu tepatnya. Sudah berusaha kuingat-ingat pun tetap saja lupa ketika harinya datang. Yah begitulah. Bahkan untuk seorang kamu saja aku begitu pelupa.

Aku bukan sahabatmu yang manis. Yang datang membawakan bunga dan coklat saat wisudamu, berdesakan berjajar menunggumu keluar di depan gedung saat hari bersejarah itu. Kau sadar bukan, aku agak keterlaluan terkadang.

Aku memang bukan sahabatmu yang manis. Yang rela berlapar-lapar menunggumu pulang demi untuk makan bersama. Lihat? kadang aku sampai seketerlaluan itu kan.

Aku kadang tak mampu menahan diri memprotes segala hal tentangmu yang kuanggap bertentangan dengan prinsip kita. Mungkin kau agak kesal dengan kata-kataku. Di lain waktu aku sering hanya mampu diam mendengar kesahmu saja, tanpa mampu berkata sepatahpun kata. Aku sering tak cukup tahu apa yang harus kukatakan untuk menghiburmu atau memberimu semangat baru. Saat kita sedang jauh seperti sekarang pun, aku lupa menanyakan kabarmu. Cuma sms kalo kamu lagi sakit atau kena musibah. Cuma sms kalo kamu lagi seneng. Cuma segitu.

Hanya satu yang selalu berusaha kujaga untukmu : sebait doa dengan namamu di sana.

Terima kasih ya, buat kamu.

 
Leave a comment

Posted by on March 13, 2014 in Uncategorized