RSS

Category Archives: XX

tulisan tentang XX

o.f !

Jadi muslimah harus kuat. Jangan sampai melangkah ngaji terasa berat, tapi ke konser korea begitu semangat!
Jadi muslimah harus kuat. Jangan kayak dagangan terbuka yang dikerubung lalat, setiap cowok bisa mendekat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan kuat begadang nonton film barat, tapi kalo tilawah cuma seayat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang tampil seksi dengan pakaian ketat. Ingat! Tuhanmu nyuruhnya nutup seluruh aurat!
Jadi muslimah harus kuat. Jangan cuma pinter ngafalin quote para pemikir sesat, tapi hafalan qur’an gampang minggat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang betah ngerumpi di telpon sampai pulsa sekarat, tapi gak bisa ngikutin panjangnya bacaan imam ketika sholat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang kalau mau piknik persiapannya berpuluh koper berat, tapi gak pernah mikirin bekal ke akhirat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan kuat maksiat sampai hati berkarat, tapi yang sanggup istiqomah dalam segala taat!
Berat.Ya. Beratnya manis. Manisnya berat. Akan terbayar oleh sejuknya telaga kautsar, begitu janjiNya.

Allah…..

 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2013 in Lookinside, XX

 

Click

Blog ini adalah blog Masulah Ponpes Al Iffah periode 2011-2012. Beberapa postingan pada blog ini berisi ta’lim Al Iffah. Isi ta’limnya beragam sebenarnya, tapi kebetulan yang sudah diupload adalah yang sesi “Muslimah sebagai Istri Shalihah”. Muslimah sebagai Anak, dan Muslimah sebagai Ibu mungkin suatu saat akan diupload, heheh. Juga materi-materi stadium general-nya yang mengenyangkan dan benar-benar membuka mata akan hakikat ilmu-ilmu, sains terutama.

Menurut pengalaman selama 4 tahun di kampus, sangat-sangat-sangat jarang, bisa dihitung pake jari telunjuk plus jempol bahkan, kita bisa mendapatkan materi-materi seperti ini. Bahkan di halaqoh. Padahal, kebutuhannya sangat urgent. Sangat. Di buku-buku mungkin banyak yang menguraikan senada. Tapi karena yang menyampaikan adalah seseorang yang telah mendalam tak hanya ilmu tapi juga pengalamannya, maka efeknya juga jauh lebih mendalam. Banyak hal-hal prinsip menjadi sebuah ramuan praktis ala-Ustadz yang menjadi menarik ketika beliau sampaikan.

Kenapa segituhnya saya mempromosikan? (terutama bagi Saudari XX nih, soalnya kajian ini dipaparkan di hadapan audien XX. Nah, jika kebetulan ada Saudara XY yang ingin membaca, maka semoga bisa menerapkan pada diri sendiri dan juga disebarluaskan ke seantero dunia).

Khusus tentang postingan “Muslimah sebagai Istri Shalihah”, jujur dilatarbelakangi karena prihatin pada beberapa fakta yang disodorkan langsung di depan mata : Pernikahan yang hanya seumur jagung, nikah-cerai yang bahkan sudah menjadi budaya di Sunda (entah di yang lain, setidaknya di Jawa sepertinya lebih rendah jumlahnya), “puber kedua” (jadi ABG lagi di umur 40-45 tahunan) yang berujung pada perselingkuhan, KDRT, dan masalah-masalah ketidakharmonisan yang lain-lainnya. Yang menyadarkan bahwa memang harus banyak-banyak cari ilmu sebelum melangkah.

Hepi reading.

 
Leave a comment

Posted by on July 18, 2012 in XX

 

Tags:

XX

Malam itu di sebuah pusat perbelanjaan

Sedang mengantri untuk membayar belanjaan. Di belakang persis ada seorang wanita, dengan rambut rebondingan, dandanan agak heboh, dan dengan suara keras memanggil suaminya yang lagi gak ngeh, tengah melihat-lihat sekeliling.
“Papa! Papa!”, suaminya tak dengar. Aku deg-degan. Firasat tak baik.
“Papa! Papa siniii!” akhirnya suaminya menoleh dan buru-buru menghampiri.
“Papa gimana sih dipanggil-panggil dari tadi! makanya jangan kemana-mana! sini tungguin antrian dulu, mama mau ada yang dibeli lagi nih!”. suaminya diem saja. saat itu memang mendekati menit-menit terakhir swalayan tersebut mau tutup.
Aku sikut-sikutan sama temen sebelah. Lempar tatapan penuh arti.

Robbana…
Sesak rasanya. Melihat seorang pemimpin keluarga diperlakukan seperti itu.
Sedih melihat akhlaq seorang istri yang seperti itu.

Ya Allah na’udzubillah min dzalik.

Sodari-sodari…harus bilang apa ya? saya belum bisa berkata apa-apa. Hanya ingin menyajikan kisah ini untuk sebuah pelajaran yang tidak untuk ditiru…

Dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita.
Beliau bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’
Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab,’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian.
Mereka bertanya,’Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab,’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria?’
Mereka menjawab,’Benar.’
Beliau berkata lagi,’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa?’
Mereka menjawab,’Benar.’
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,’itulah (bukti) kekurangan agamanya.’ (HR. Bukhari)

“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.
Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?”
Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.”
Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Bahkan bidadari pun bisa cemburu padamu…
Akankah menyia-nyiakan kesempatan?

 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2012 in XX

 

Just About Her

Telpon.
Ragu sejenak, Lila mengangkat ponselnya. Ibu.
“Bagaimana keadaannya? katanya trombositnya turun lagi?” tanya suara wanita paruh abad di seberang.
Lila melirik laki-laki di sampingnya. Terbaring lemah di kasur rumah sakit.
“Iya, turun jadi 75.000.” kata Lila datar. Tapi seketika ia tertegun. Di seberang sana ada suara tangis perempuan separuh abad itu.
“Pikiranku macam-macam dari tadi. Apa dia mengalami pendarahan? Lagi apa sekarang?Trombosit itu apa sih?”
Lila menjelaskan tentang keadaan saudara laki-lakinya itu, lengkap. Sementara separuh pikirannya berkecamuk yang lain.

Ibu, laki-laki ini sudah terlalu banyak membuat ibu menangis di waktu-waktu sebelumnya. Laki-laki ini yang sering menunda-nunda melaksanakan perintahmu. Bahkan sering hampir tidak melaksanakannya. Laki-laki ini yang sering menyakiti hatimu. Laki-laki ini yang sering membuat maagmu kambuh karena tingkah polahnya yang tak karuan. Laki-laki ini yang sering membuatmu tak cukup terlelap nyenyak.
Tapi kenapa kau masih bisa menangis untuknya? Mengkhawatirkannya, dan bahkan berencana menjemputnya dari ratusan ribu kilometer di sana.

Mungkin aku harus menjadi seorang ibu untuk dapat mengertimu.

#a little edit from a true story.

Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba walidaina warhamhuma kama robbayana sighoro…
Ingin kubalas engkau dengan sebuah mahkota kehormatan di mahsyar nanti.

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2012 in XX

 

kasus nih.

06.30 pm
Mendapat cerita-cerita dari Flo 1 -sebut saja-. tentang sesuatu yang, ih, geleuh. Nggak nyaman dengernya. Tapi…sebuah kenyataan.

Flo 1, memang galak -ke makhluk XY-. Dan baru saja mendapat protes untuk “softer plis”. wew. gubrak. geleeeuuuuuh. Ya ya. Mengerti bahwa tiap orang itu berbeda. Sama sekali. Banyak juga XY melankolis dis ekitar kami. Cuma…. Kami tak bisa menerima begitu saja. Pengalaman traumatik kami di masa lalu mengatakan bahwa, sedikit saja soft, berabe. Kagak dah. Dan saya masih bingung tentang batasan soft dan hard itu. Yang saya tahu, masing-masing ada porsinya, tanpa berlebihan.

“Wahai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”. QS. Al Ahzab : 32.

05.30 pm, kemarin.
Obrolan di tengah MoC AH, Flo 2 bercerita kalau baru saja disindir abis di awal syuro tentang “cuek banget ketemu di jalan” -oleh seorang makhluk XY yang tadi dicuekkannya saat berpapasan-. Dan tentu saja membela diri habis-habisan dengan “CoC plis…. tengoklah sikit tuh buku…”.
Tentang saling menjaga kehormatan, kata CoC. Sehingga tidak disarankan untuk saling menyapa di jalan, apalagi satu departemen, yang notabene di syuro aja udah -cukup- bisa dibilang akrab.

07.29 am
Sms dari seorang XY menanggapi sms booming isu jilbab subuh tadi. “Bagaimana mungkin orang akan tertarik berjilbab sementara akhwat yang memakai jilbab panjang pun akhlaknya dan adab dengan non mahram sama saja dengan mereka yang tidak berjilbab?”.
Ow. Oh No. Gak terima. Jangan menggeneralisir sesuatu. Lebih baik diobrolkan dalam suasana ukhuwah dengan ybs bukan? Watawasau bil haq.
Beberapa waktu lalu, dari temen sekamar.
“Mbak tahu kenapa aku memutuskan keluar dari zona abu-abu itu? Salah satunya karena aku gak nyaman dengan orang-orangnya. Terlalu menggampangkan jam malam. Its oke kalau melanggar jam malam karena sesuatu yang sangat urgent. Tapi kuperhatikan, ketika mereka kuajak pulang dan mereka bilang “sebentar”, sebenarnya tak ada hal penting yang membuat mereka berkata ‘sebentar’ itu.”

Lalu sms dari al ukh yang tiap hari pulang pergi Depok-Bogor-Depok itu. Saat jemputan terlambat datang dan terpaksa terkatung-katung di jalanan malam-malam. “Orang yang masih protes tentang jam malam sepertinya harus merasakan tak nyamannya kehidupan malam di luar”.

How?

(di tengah riweh pikiran. tersisa 2 hari lagi. harus tetap semangat!)

 
2 Comments

Posted by on May 26, 2010 in XX

 

Hajar.

Tertatih ia mengejar langkah lelaki itu. Sementara sang putra dalam dekapannya.
“Mau kemana? Sampai hatikah engkau meninggalkan aku dan anak bayimu di tengah padang tandus ini?” tanyanya.
Laki-laki itu hanya diam.
“Mau kemana? Sampai hatikah engkau meninggalkan aku dan anak bayimu di tengah padang tandus ini?”
Lelaki itu tetap diam.
Perempuan itu menghela nafas. Mulai menangis.
“Apakah ini perintah Allah?”
Dan lelaki itu menjawab “Ya”.
Mantap sudah hatinya. Rela ia dengan kepergian itu.
Dan lelaki itu pergi.
Padang gurun tandus. Angin kering. Tanpa air. Tanpa bekal makanan yang cukup. Tanpa secuil manusia pun mau hidup di sana… tapi wanita itu tlah ditinggalkan begitu saja oleh penanggung jawabnya. Tanpa bekal, tanpa sepatah kata. Wanita mana yang sanggup menanggungnya? Jika tanpa iman yang telah mengakar jauuuh ke dalam nurani, tak akan ia mampu berdiri tegak. Dan lihat, ia tak hanya berdiri, tapi berlari-lari antara dua bukit yang mengapitnya untuk mencari sumber air bagi sang putra yang mulai kehausan. Bayi mungil itu ia tinggalkan tergeletak. Tak lelah ia bolak balik menaiki dan menuruni dua bukit itu. Sampai ketika sebuah mata air muncul dekat kaki sang bayi…

Rabbana…

KuasaMu tanpa batas, sama sekali.
Dan wanita itu, sebuah potret keteguhan iman yang luar biasa.

Mampukah kita?
Memahami kedalaman perintah, tanpa membantah?
Menerima dengan kesiapan penuh dan melaksanakan dengan teguh?
Bertanggung jawab atas pilihan yang tlah diamanahkan di pundak?……………

Bunda Hajar. Pendamping salah seorang Rasul Allah yang luar biasa itu.

Merindukan Hajar-Hajar zaman ini… Merindukan menjadi-nya di sisa hidup yang entah tinggal berapa hari lagi…

 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2010 in XX

 

Perempuan, kenapa ?

Makhluk Allah XX itu memang unik. Dengan segala yang dimiliki oleh perempuan, mereka (include me of course, but here i feel more comfortable to use term ‘mereka’) pantas untuk mendapatkan perlakuan khusus.
Perempuan, mengapa perlu perlakuan khusus? Sampai-sampai ada divisi keakhwatan/kemuslimahan/keputrian di sebuah lembaga da’wah? Sampai-sampai LSM khusus memberdayakan perempuan pun didirikan?
Sampai saat tulisan ini ditulis, beberapa jawaban dari hasil bertanya sana-sini adalah : karena perempuan itu unik. Karena perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena perempuan adalah sesuatu di balik kesuksesan dan kehancuran laki-laki.
Saat iseng menilik sebuah LSM bernama Yasmina, yang khusus bergerak untuk memberdayakan perempuan dan keluarga, mereka memfokuskan kegiatan pada pemberdayaan perempuan dan keluarga karena keduanya tidak terpisahkan dan merupakan elemen penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ibu sebagai madrasah pertama akan sangat menentukan dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan lingkup yang lebih luas lagi.
Kemudian mari melihat fakta sekarang. Sudah jadi hal umum jika kebobrokan moral perempuan saat ini telah menjadi hal yang banyak dimaklumi. Sampai-sampai ada istilah PSK. Kata ’pekerja’ itu menunjukkan pengakuan terhadap mereka, bahwa mereka adalah sejajar dengan pekerja-pekerja lainnya. Lalu tentang sup janin. Saya baru mengetahui ada sup ini. Kalau anda mau search, hasilnya akan banyak. Cuma saya sarankan untuk tidak melihat gambar-gambarnya. Sup janin itu menunjukkan bahwa jiwa ibu sudah tidak memiliki rasa kasih sayang kepada anak-anaknya. Rasa sayang itu telah jauh-jauh tersembunyi dalam ruang kesadaran yang sempit, tertekan oleh nafsu-nafsu duniawi yang telah begitu merajai. Sampai-sampai, mereka tega menjual bayi imut-merah-lucu-tak berdosa itu dengan harga murah untuk dikonsumsi para kanibal. Lalu tentang bayi yang dimasukkan ke karung, dipotong-potong, deelel itu. Dimana nurani seorang ibu? Mengapa para perempuan itu tega berlaku begitu kejam?

 
2 Comments

Posted by on May 10, 2010 in XX