RSS

Category Archives: QS

Everlastingbook

66-6

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Recited from QS 66 : 6.

Dibacakan secara ghaibah, sebagai hadiah terindah, dari sang suami yang telah meminang dengan gagah, beberapa saat setelah akad nikah, 8 Juli 2012.

Dan ketika sang suami membacakan At Tahrim ayat enam itu, ia tak kuasa diri. Sempat tertahan beberapa waktu. Padahal, saya ingat sekali, ia baru membaca “Ya ayyuhal ladziina amanu!”. Mungkin hatinya sedang tergetar menyambut seruan Sang Rabbul ‘Izzati.. karena sungguh, seruan ini hanya untuk orang-orang yang beriman..

Dan, perjanjian hari ini, adalah tentang menjaga diri dan keluarga dari api neraka. 24-7. Tanpa henti tanggung jawab itu tertanggungkan. Bukan sebatas jam kerja, bukan sebatas waktu bertatap muka dengan keluarga.

Dan bukan hanya dipertanggungjawabkan di hadapan dosen penguji, atau di hadapan majelis hakim, atau di hadapan sidang mahkamah internasional. Bukan di hadapan manusia yang kadang spekulatif, tak teliti, tak serba tahu, bahkan bisa dimanipulasi. Tapi di hadapan Sang Maha Tahu, Maha Teliti, dengan timbangan yang paling presisi, yang tak akan membuat rugi.

Maka, hati mana yang tidak tergetarkan?

Dan bayangan neraka dengan malaikatnya, apinya, beragam siksaannya, dan diri yang dijadikan bahan bakarnya,,,
Dan harus bertanggung jawab tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga!

Maka hati mana yang tidak tergetarkan?

Robbi auzi’ni an asykuro ni’matakallatii an’amta ilayya wa’ala walidayya wa an a’mala sholihan tardhohu wa aslih lii fi dzurriyyati…

Barokallahulakuma wa baroka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khoir, Mbak Tania Perdana Putri dan suami

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on July 9, 2012 in QS

 

Tags:

Robbana maa kholaqta hadza baatila

absolutely like this. menakjubkan. Maha Besar Engkau, Rabb.

 
Leave a comment

Posted by on April 23, 2012 in QS

 

8-5

Begitu manisnya Engkau mengurai kata-kata. Menohok sekali. Selalu tidak ada celah untuk tidak taat.
Karena para mukminin-mukminin tangguh generasi pertama itu menaatiMu dalam titik ketaatan yang meleburkan semua rasa suka dan tidak suka. Siapa yang suka membunuh? Siapa yang suka darah tertumpah?
Tapi ketika titah kebenaran telah turun, mereka sadar bahwa tak ada pilihan lain..

Maka,

jadikan cintaku padaMu Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka.. (SAF)

#apakah bisa terbandingkan ketidaksukaan mereka dengan ketidaksukaan-ketidaksukaanmu Eye..???!!!

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in QS

 

61-3

Seratus enam puluh delapan dari dua ratus sembilan puluh dua messejs di inbox N6303i yang diamanahkan kepada saya ini berisi kata-kata high-class yang sering disebut orang sebagai “sms tausiyah”. Mungkin sekitar 1,5-2 MB ia makan tempat.
Dari bermacam orang (semoga Allah menyayangi mereka) : saudara se-SMA, seangkatan, sekamar aliff, seolimp, se-FSLDK, selingkaran, se-AH, adik tingkat, kakak tingkat, Mr.8, Mbak-mbak, kakak-kakak, nomer tak dikenal,,,ya. Itu udah.
Dengan frekuensinya masing-masing : 1-2-3-4-5-10-15-50-…
Dengan khasnya masing-masing : cara menyingkat kata, cara menyusun kalimat, tema-tema yang dibahas…
^pentinggaksih^
Penting, kok. Setidaknya buat saya.

Bagi yang sengaja atau tidak sengaja membaca ini, sungguh saya bukan bermaksud tidak baik. Bukaaan sama sekali. Saya hanya mengingatkan kembali diri saya sendiri untuk sebuah improvement, konsisten dan -sebuah kata ajaibb- ISTIQOMAH.

Menulis itu mengungkap pikiran. Mengungkap identitas. Seperti dakwah -yang juga adalah pengungkapan identitas-. Menulis bisa jadi sarana dakwah meski dakwah tidak harus dengan menulis, bukan begitu bukan.
Saya sering memastikan kepada diri sendiri, apakah seseorang yang menulis itu sama dengan seseorang yang berbicara? Esensinya sama, sama-sama menyampaikan ‘sesuatu’. Nah permasalahannya, ‘sesuatu’ yang disampaikan itu harus ‘sesuatu’ yang bagaimana ? Harga mutlak bagi saya bahwa ‘sesuatu’ itu adalah ‘sesuatu’ yang telah mengalami « sesuatu ». *duhapasiheyeeee
« sesuatu » ini sering disebut implementasi, amal nyata. Sebuah tahap-ketiga, setelah kepahaman dan keikhlasan, sebuah pembeda antara pemain dan komentator.
Jadi, sebenarnya sih cuma mau bilang begini : jika esensi menulis itu sama dengan berbicara, maka berlaku hukum bahwa seseorang hanya pantas menulis apa yang telah ia amalkan, sama seperti “seseorang hanya pantas berkoar-koar tentang sesuatu yang ia sendiri telah mengamalkannya”. Jederrr. Ini boomerang mematikan buat saya yang suka sok-sok menulis banyak-banyak tapi masih sering error, yang suka kirim sms tausiyah tapi masih banyak bolong-bolong amal. Ya Rabb…
Nah, lebih-lebih lagi dari seseorang yang suka ber-sms tausiyah, adalah seseorang yang punya blog *nguk*, seorang kolumnis, seorang penulis buku, and semacam-macam itu.
Al fahmu -> al ikhlas -> al ‘amal -> menulis, kalo mau -> ‘amal terus -> tambahin terus al fahm-nya -> jaga terus ikhlasnya -> tingkatin terus kualitas amalnya -> sembari keep writing.
Jika menulis dari hati maka insyaallah akan dibaca oleh hati. Seperti beberapa messejs tausiyah yang timingnya sangat-sangat-sangat tepat datang ke inbox saya. Seperti tamparan seketika. Meyakinkan saya bahwa si pengirim adalah hamba-hambaNya yang baik, yang terpilih untuk meluruskan kembali diri saya, yang pantas diteladani.
Semoga Allah menyayangi ikhwahfillah semua.

 
1 Comment

Posted by on March 15, 2012 in QS