RSS

Category Archives: Lookinside

celotehkaca

125

Dua tahun kebersamaan kami dan itu cukup memukau hati. Meski berkali bocor ban n harus nongkrong beberapa menit di bengkel. Meski berkali putus rante. Tapi 125de adalah mutiara dalam sekam hatiku. ah pasti gw bakal dibilang lebe sama si bundo. tapi. lebe itu halal buat dua sejoli yang mau pisah kok. #jedhugg

Pertemuan selalu sepaket dengan perpisahan. Dan pengganti si 125de sudah duduk manis di ruang tamu asrama. Helm-in namanya. Dari ketersohoran namanya aja udah bisa bayangin bodynya kayak gimane kan, sooo spacyyy utk ukuran bebek. Ibu n bapak kayaknya memiliki konsensus sendiri ketika memilih kendaraan baru, that is : spacy. Gak mobil ga motor. Spacy. Menyadari bahwa urusan “umat” asrama membutuhkan daya tampung besar. Ini nih contoh riil orang-orang yang selalu ingin bermanfaat. #ngaca sana lo eye!

Kenapa gitu segitunya mau pisah sama 125de? Bukan punya lo juga. Emm… itu mungkin karena gw ga pernah nyangka dia bakal lebih dulu ninggalin asrama daripada gw. Gw udah enak hati bangett sama dia. Enakk buat ngojek saban harinya.
Dan tiba-tiba…. harus pisah.
Lalu datang pengganti yang baru.
Memang bukan 125de.
Tapi gress.
Ga kalah kece.
Lebih spacy. Alias bakal lebih banyak manfaatnye.
Merah lagi. Bikin melek yang ngliat.

bukankah menerimanya jauh lebih membahagiakan daripada meratapi kepergian yang memang harus pergi?
ketika cinta harus memilih, maka realistis saja.
Lojik bray. Lojik. Kagak melulu maen prasaan. Kata Bapak, “berfikir secara laki-laki”.

Ah kamu. Kamu kan tahu perempuan itu punya sejuta perasaan.
Lalu? Bisakah sejenak tidak “menjadi-perempuan”? Lebih-lebih jika ukhuwah yang harus dipertaruhkan. Setidaknya pikirkan, siapa yang bersuka cita atas putusnya silaturrahim dua saudara? Setidaknya pikirkan, jika ujian ukhuwah tak dapat dilalui, siapa yang dapat menjamin bahwa kita bisa lari terus-menerus di waktu ke depan?

Ihhihi. abstrakkk bangett ni tulisan. Singkatnya : aku ingin mencintaimu dengan sederhana, duhai 125de…

#penghujung renungan. Semua berhikmah insyaallah.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 21, 2013 in Lookinside

 

petrified

Kisah ini… terlalu mengharubiru daripada kisah cinta macam manapun. Kisah ini tak lekang oleh waktu meski ribuan terbilang. Kisah ini abadi. Kisah ini…mampukah kita teladani kisah cinta ini?

Saat itu usai Hunain. Ghanimah melimpah. Berlembah-lembah. Pertimbangan manusiawi mengatakan, kaum Anshar lah yang paling berhak mendapatkan rampasan Hunain. Tapi Rasulullah justru membagikannya kepada para pemuka Thulaqaa, muallaf Mekkah yang paling depan dalam melarikan diri dari peperangan. Ada sesutu yang mengganjal. Sesuatu yang disampaikan Sa’ad bin Ubadah dan membuat orang-orang Anshar dikumpulkan di sebuah kandang kambing raksasa. Rasulullah datang dan berbicara kepada mereka.

“Amma ba’d. Wahai semua orang Anshar, ada kasak kusuk yang sempat kudengar dari kalian, dan di dalam diri kalian ada perasaan yang mengganjal terhadapku. Bukankah dulu aku datang sementara kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Bukankah kalian dulu miskin lalu Allah membuat kalian kaya? Bukankah dulu kalian bercerai berai lalu Allah menyatukan hati kalian?”

Mereka menjawab, “begitulah. Allah dan Rasul-Nya lebih murah hati dan lebih banyak karunianya”.

“Apakah kalian tak mau menjawabku, wahai orang-orang Anshar?”
Tanya beliau.

Mereka ganti bertanya, “dengan apa kami menjawabmu, Ya Rasulullah? Milik Allah dan Rasul-Nyalah anugerah dan karunia”

Beliau bersabda, “Demi Allah, kalau kalian menghendaki, dan kalian adalah benar lagi dibenarkan, maka kalian bisa mengatakan padaku : Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan lemah lalu kami menolongmu. Engkau datang dalam keadaan terusir lalu kami memberimu tempat dan menampungmu”.

“Apakah di dalam hati kalian masih membersit hasrat terhadap sampah dunia, yang dengan sampah itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam, sedangkan keislaman kalian tak mungkin lagi kuragukan?”

“Wahai semua orang Anshar, apakah tidak berkenan di hati kalian jika orang-orang pulang bersama domba dan onta, sedang kalian kembali bersama Allah dan Rasul-Nya ke tempat tinggal kalian?”

Dan isakan semakin keras. Janggut-janggut basah oleh air mata…

Dan akhir dari semua ini… “Kami ridho kepada Allah dan Rasul-Nya dalam pembagian ini. Kami ridho Allah dan Rasul-Nya menjadi bagian kami…”.

(Selengkapnya di BMC, Salim A. Fillah hal 219-221)

Berlatih memandang dari sisi tawadhu.
Can we?

Karena kecintaan kita kepada saudara kita adalah karena cinta kita kepada-Nya. Mungkin ketika cinta itu terasa retak dan mengecewakan, yang pertama diintrospeksi adalah : apa kabar hubungan kita dengan Allah?

Ah ini teori. Selalu menjadi teori. Dan terus berupa teori. Sampai para mukminin mukminah membuktikannya dalam bahasa amal. Membuktikan bahwa ujian iman jenis apapun, akan berusaha kita lewati sebaik-baiknya…

Cinta kita, adalah sejenis cinta yang tak akan putus hanya oleh rasa kecewa, bukan? Aku merindukan pertemuan denganmu di surga. Bismillah…

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Lookinside

 

Tags:

Video

entering…

Hanya sejam, di pojok kamar, di suatu hari nanti,
Kita akan merindukan masa menjadi kanak-kanak.
Dan saat itu, kita akan sangat berterimakasih pada Tuhan kita, karena telah dibersamakan dengan orang tua yang memberikan pilihan hidup menjadi orang dewasa.

Maka ishbiru…

 
Leave a comment

Posted by on August 8, 2013 in Lookinside

 

Tags:

Uswah

Terjagalah dari segala maksiat
Dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
Disatukan dalam karunia yang suci
Bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri
Ini bukan cerita Cinderella
Bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya
Tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur
Dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketulusan yang sangat mendalam
Bersemi dari pupuk akhlaq yang hebat
Berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat
Tidak!
Ini tak akan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta
Yang buta oleh warna-warni dunia yang fana
Ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya!
Keteladanan sejati dalam harum kesturi dan buah ibadah
Dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah.

(Sepenggal awal Catatan Terakhir-nya Thufail al Ghifari)

Keteladanan sejati
Bukan kekata lantang
Atau sekadar lelehan air mata
Ia membersamai langkah
Ia menjadi akhlaq
Ia yang akan sampai kepada hati-hati para pendengarnya.
Keteladanan sejati.

 
Leave a comment

Posted by on August 6, 2013 in Lookinside

 

Tags:

rintik

Dan malam, dan hujan.
Ya Allah semoga Kau turunkan keberkahan bersama hujannya.
Mengantarku menjemput takdir terbaik-Mu.
Tidak ada yang lebih menyenangkan dari berlarian di bawah hujan.
Meski sayapku basah,tak apa.
Masih ada lilin kecil yang menanti untuk menghangatkannya.
Biar ia menungguku barang sebentar lagi.
Ia masih setia, meski sedikit pedih.
Aku tak tahu itu jenis keluarbiasaan macam apa.
Cuma bisa menetes dan membisik permohonan terbaik.
Maafkan bila membuatmu menunggu.
Aku akan pastikan, tidak setelah ini.Tidak.

 
Leave a comment

Posted by on July 30, 2013 in Lookinside

 

Tags:

o.f !

Jadi muslimah harus kuat. Jangan sampai melangkah ngaji terasa berat, tapi ke konser korea begitu semangat!
Jadi muslimah harus kuat. Jangan kayak dagangan terbuka yang dikerubung lalat, setiap cowok bisa mendekat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan kuat begadang nonton film barat, tapi kalo tilawah cuma seayat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang tampil seksi dengan pakaian ketat. Ingat! Tuhanmu nyuruhnya nutup seluruh aurat!
Jadi muslimah harus kuat. Jangan cuma pinter ngafalin quote para pemikir sesat, tapi hafalan qur’an gampang minggat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang betah ngerumpi di telpon sampai pulsa sekarat, tapi gak bisa ngikutin panjangnya bacaan imam ketika sholat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan yang kalau mau piknik persiapannya berpuluh koper berat, tapi gak pernah mikirin bekal ke akhirat!
Jadi muslimah harus kuat. Bukan kuat maksiat sampai hati berkarat, tapi yang sanggup istiqomah dalam segala taat!
Berat.Ya. Beratnya manis. Manisnya berat. Akan terbayar oleh sejuknya telaga kautsar, begitu janjiNya.

Allah…..

 
Leave a comment

Posted by on July 21, 2013 in Lookinside, XX

 
Aside

Dan nasihat hari ini…
“Rasulullah SAW yang kita cintai melebihi diri, keluarga dan saudara2 kita saja sudah jauh hari meninggalkan kita, maka seharusnya rasa kehilangan karena ditinggal mereka tidak sebesar rasa kehilangan kita terhadap Rasulullah SAW…”(Ust Achmad 2012).
jlebbangett hari ini.

Seringkali memang cinta menyebabkan kita kurang realistis ya… Semoga hari ini menjadi pembelajaran yang sangat.
Dzikrul maut tentu, juga pelajaran tentang persaudaraan, juga tentang usaha yang harus lebih keras untuk menggapai khusnul khatimah.

Sahabat, tibalah masanya…
Bersua pasti berpisah…

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu…

Yang telah pergi…

 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2012 in Lookinside