RSS

Ini

09 Jul

Terimakasih telah menggenggam erat. Terimakasih telah bersedia menjadi teman. Terimakasih telah menyediakan sandaran. Terimakasih untuk selalu mau mendengar. Terimakasih untuk selalu merasa. Terimakasih untuk setiap pemahaman. Terimakasih untuk setiap petunjuk langkah. Terimakasih telah melengkapi. Terimakasih telah menerima. Terimakasih telah menanggung. Terimakasih selalu mendidik. Terimakasih untuk setiap senyum. Terimakasih telah menjadi belahan jiwa.
Aku lalu bingung kenapa bisa sayang banget sama kamu.

Ujian selanjutnya kita adalah, benar-benar menyiapkan hatiku untuk sebuah perpisahan sementara. Dan sepertinya di titik itu melonitasku bakal mulai kambuh lagi. Ah dasar wanita.
Sudahlah. Seseorang yang kuat dibutuhkan untuk menghasilkan didikan yang kuat pula. Saatnya belajar buat nggak cengeng ya, Eye.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: