RSS

Belum sampai prolog.

22 Aug

Aku berlari-lari kecil dalam otakku. Lelah sekali. Tapi tak jua kutemukan engkau. Engkau selayak misteri. Tertutup tabir yang tak berkesudahan. Mungkin aku hanya harus diam dan sabar. Aku mengerti. Laut tak pernah mengirim gelombangnya hanya untuk menjadi buih lalu menghilang. Laut selalu memberi tanda. Laut adalah dzikir tanpa tepian. Itulah mengapa ia sanggup menjalankan bahtera. Riaknya bergemuruh menyiratkan kedalaman makna. Horisonnya adalah penebar harapan. Ada buih, ada gelombang, ada paus, ada topan. Dan di sanalah, segala ikrar diuji.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: