RSS

Monthly Archives: March 2014

salty

Hai engkau yang di sana.
Yang tengah jauh kini.
Yang selalu merindukanku. (Ups. Kebalikkk!!)
Yang cemas memikirkan aku.
Yang tak henti menyayangiku.
Yang tak henti mengalirkan doa untukku.
Taukah engkau?
Setiap orang yang mendengar cerita tentangmu selalu ingin bertemu denganmu. Sebegitu fenomenalnya engkau dalam hidupku? Pletakkk. Bagemanalah bisa gak fenomenal. Di sepanjang nadi ini ada darahmu mengalir. Di setiap nukleus ada salinan DNAmu berekspresi.

Tahukah engkau?
Aku rindu. Aku rindu sekali.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 29, 2014 in Uncategorized

 

hari ini 16 maret.

Ada se-suatu yang memang tidak akan sanggup kita paksakan. Entah sekeras apapun daya. Di titik itulah harusnya hati berfikir : ada apa di balik ini? ada pesan Robbani yang harusnya segera ditangkap oleh hati. Pesan yang menggoreskan kearifan, bahwa hakikat hidup adalah ketundukan penuh pada aturan Tuhan.
Meski berbeda. Meski tak diingin. Meski tak sesempurna rencana. Meski dan meski yang selanjutnya.

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2014 in Uncategorized

 

Unvisible-Deep-Something of you

Aku bukan sahabatmu yang manis. Yang akan memelukmu saat kau gundah. Atau duduk manis di sampingmu sambil menggenggam erat tanganmu saat kau menangis. Paling-paling aku cuma bertanya “Kenapa?” Lalu kau tak jawab lalu aku diamkan saja.

Aku benar-benar bukan sahabatmu yang manis. Yang ingat kapan hari lahirmu lalu rela terkantuk menunggu demi detik pertama mengucapkan selamat milad. Bahkan aku lupa kapan hari lahirmu tepatnya. Sudah berusaha kuingat-ingat pun tetap saja lupa ketika harinya datang. Yah begitulah. Bahkan untuk seorang kamu saja aku begitu pelupa.

Aku bukan sahabatmu yang manis. Yang datang membawakan bunga dan coklat saat wisudamu, berdesakan berjajar menunggumu keluar di depan gedung saat hari bersejarah itu. Kau sadar bukan, aku agak keterlaluan terkadang.

Aku memang bukan sahabatmu yang manis. Yang rela berlapar-lapar menunggumu pulang demi untuk makan bersama. Lihat? kadang aku sampai seketerlaluan itu kan.

Aku kadang tak mampu menahan diri memprotes segala hal tentangmu yang kuanggap bertentangan dengan prinsip kita. Mungkin kau agak kesal dengan kata-kataku. Di lain waktu aku sering hanya mampu diam mendengar kesahmu saja, tanpa mampu berkata sepatahpun kata. Aku sering tak cukup tahu apa yang harus kukatakan untuk menghiburmu atau memberimu semangat baru. Saat kita sedang jauh seperti sekarang pun, aku lupa menanyakan kabarmu. Cuma sms kalo kamu lagi sakit atau kena musibah. Cuma sms kalo kamu lagi seneng. Cuma segitu.

Hanya satu yang selalu berusaha kujaga untukmu : sebait doa dengan namamu di sana.

Terima kasih ya, buat kamu.

 
Leave a comment

Posted by on March 13, 2014 in Uncategorized

 

Mendung enam maret

Dia pergi. Bersama airmata dan doa kami yang mencintainya. Pun hingga hari ini. Dan sampai entah kapan. Karena kami pun tak tahu kapan ujung perjalanan kami…

14 Januari 2014. Waktu itu kami membutuhkan pembicara kajian fiqh untuk anak-anak asrama. Beberapa pembicara telah dikontak tapi belum ada kepastian. Sampai H-1, Bu Emi mengabari bahwa beliau bersedia. Pagi hari H-2jam, Bu Emi mengabari via telpon bahwa beliau digantikan oleh seseorang yang lain. Ialah Mbak Fatimah. Kaget. Baru kemarin Bu Emi menghubunginya dan pagi ini Mbak Fat telah bersiap. What a wonderful ruhul istijabah…
Mbak Fat datang tepat waktu. Gak pake nyasar pula. Hanya agak kaget pas liat saya “Lho Aini tho, kirain Aini yang **** (gak inget)”. Kami bercipikacipiki. Berlanjut briefing singkat tentang jalannya acara. Berlanjut mengantarnya ke lantai 2. Berlanjut menyimak dan mencatat beberapa hal tentang materi yang disampaikannya. Berlanjut memoderatori tanya jawab bersamanya. Berlanjut menutup acara. Lalu menunggunya sholat. Lalu makan bersama…
Dan aura ketenangan itu menyebar ke hati, sejak pertama kali datang. Tenang. Tak banyak bicara, tak banyak bertanya… Menikmati makan siang, lalu ia berpamitan pulang. Benar-benar berpamitan untuk sebuah pertemuan terakhir kami…

Mbak sholihah itu telah berpulang. Benar-benar berpulang… di usianya yang masih sangat muda. Peringatan keras bagi kami yang (merasa) masih muda. Rupanya Allah sayang sekali padanya. Purna sudah tugasnya. Selesai sudah perjuangannya. Semoga di sana ia dapatkan seluruh pahala mujahadahnya.

Dan meman. Akhirat itu, lebih baik dan lebih kekal. Jika untuk menjelajahi negeri-negeri di dunia saja persiapannya begitu rupa, maka semoga begitulah kesiapan kita menuju negeri kekal akhirat…

allahummaghfirlaha warhamha wa’afihi wa’fu ‘anha.
Mbak sayang, Fatimah Khoirunnisa

 
Leave a comment

Posted by on March 10, 2014 in Uncategorized

 

One Microliter of…

Ada yang tak pernah jauh.
Ada yang tak pernah tak menentramkan.
Ada yang selalu menghapus kesedihan.
Ada yang menjadi tumpuan segala harapan.
Ada yang benar-benar mengerti.
Ada yang mendengar ketika tak ada satupun yang lain.
Ada Dia. Allahku.

Jaga kami dalam ridhoMu. Allah.

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2014 in Uncategorized