RSS

Monthly Archives: October 2013

AA

Sudah banyak berubah. Jalanan sepanjang 4.5 kilo saksi sejarah ini sudah mulai berubah tatanannya. Ada yang baru, ada yang diperbaharui, ada yang terganti, ada yang tetap. Sekolah SD tambah bagus. Jalanan tak lagi berlubang. Dan satu yang beda malam ini : langit Purworejo tak berbintang. Menjadikan malam ini hangat. Menghangatkan hati yang rindu. Rindu yang sangat.

Ujung dari setiap perjalanan adalah pulang. Seberliku apapun, kita selalu saja sedang menuju pulang.

Punya apa untuk pulang?

 
Leave a comment

Posted by on October 21, 2013 in Uncategorized

 

petrified

Kisah ini… terlalu mengharubiru daripada kisah cinta macam manapun. Kisah ini tak lekang oleh waktu meski ribuan terbilang. Kisah ini abadi. Kisah ini…mampukah kita teladani kisah cinta ini?

Saat itu usai Hunain. Ghanimah melimpah. Berlembah-lembah. Pertimbangan manusiawi mengatakan, kaum Anshar lah yang paling berhak mendapatkan rampasan Hunain. Tapi Rasulullah justru membagikannya kepada para pemuka Thulaqaa, muallaf Mekkah yang paling depan dalam melarikan diri dari peperangan. Ada sesutu yang mengganjal. Sesuatu yang disampaikan Sa’ad bin Ubadah dan membuat orang-orang Anshar dikumpulkan di sebuah kandang kambing raksasa. Rasulullah datang dan berbicara kepada mereka.

“Amma ba’d. Wahai semua orang Anshar, ada kasak kusuk yang sempat kudengar dari kalian, dan di dalam diri kalian ada perasaan yang mengganjal terhadapku. Bukankah dulu aku datang sementara kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Bukankah kalian dulu miskin lalu Allah membuat kalian kaya? Bukankah dulu kalian bercerai berai lalu Allah menyatukan hati kalian?”

Mereka menjawab, “begitulah. Allah dan Rasul-Nya lebih murah hati dan lebih banyak karunianya”.

“Apakah kalian tak mau menjawabku, wahai orang-orang Anshar?”
Tanya beliau.

Mereka ganti bertanya, “dengan apa kami menjawabmu, Ya Rasulullah? Milik Allah dan Rasul-Nyalah anugerah dan karunia”

Beliau bersabda, “Demi Allah, kalau kalian menghendaki, dan kalian adalah benar lagi dibenarkan, maka kalian bisa mengatakan padaku : Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan lemah lalu kami menolongmu. Engkau datang dalam keadaan terusir lalu kami memberimu tempat dan menampungmu”.

“Apakah di dalam hati kalian masih membersit hasrat terhadap sampah dunia, yang dengan sampah itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam, sedangkan keislaman kalian tak mungkin lagi kuragukan?”

“Wahai semua orang Anshar, apakah tidak berkenan di hati kalian jika orang-orang pulang bersama domba dan onta, sedang kalian kembali bersama Allah dan Rasul-Nya ke tempat tinggal kalian?”

Dan isakan semakin keras. Janggut-janggut basah oleh air mata…

Dan akhir dari semua ini… “Kami ridho kepada Allah dan Rasul-Nya dalam pembagian ini. Kami ridho Allah dan Rasul-Nya menjadi bagian kami…”.

(Selengkapnya di BMC, Salim A. Fillah hal 219-221)

Berlatih memandang dari sisi tawadhu.
Can we?

Karena kecintaan kita kepada saudara kita adalah karena cinta kita kepada-Nya. Mungkin ketika cinta itu terasa retak dan mengecewakan, yang pertama diintrospeksi adalah : apa kabar hubungan kita dengan Allah?

Ah ini teori. Selalu menjadi teori. Dan terus berupa teori. Sampai para mukminin mukminah membuktikannya dalam bahasa amal. Membuktikan bahwa ujian iman jenis apapun, akan berusaha kita lewati sebaik-baiknya…

Cinta kita, adalah sejenis cinta yang tak akan putus hanya oleh rasa kecewa, bukan? Aku merindukan pertemuan denganmu di surga. Bismillah…

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2013 in Lookinside

 

Tags: