RSS

C (LBK+BMN) = ?

21 Aug

Mari sedikit membahas tentang CLBK. Apa CLBK? kalo kata temen sih singkatannya Cinta Lama Belum Kelar. Hihii…

Mengapa CLBK? CLBK suka jadi fenomena lho. Bahkan parahnya nih, ada yang CLBK terjadi setelah menikah. Gawat gawat. Danger stadium 4 kalo ini mah.
Mengapa CLBK? Ada ekspektasi di situ. Ekspektasi bahwa orang yang dulu itu adalah orang yang tetap seperti dulu. Tetep cakep, tetep pinter, tetep sholih/ah, tetep care, tetep menyenangkan, tetep so sweeeet, dan yang paling utama : tetep suka sama kita. Intinya tetep seperti yang kita harapkan. Kalaupun ada perubahan, kita pasti mengharapkan perubahannya lebih baik, dan perubahannya masih dalam jangkauan toleransi kita. Bukan begitu?

Mengapa CLBK? Ada “pembiasaan” di situ. Kata pak Felix Siauw, pembiasaan terjadi karena pengulangan. Kita masih mengulang nama “seseorang itu” di memori. Masih mengingat-ingat jaman-jaman jahiliyah bersama “seseorang itu” dulu. Masih membuka-buka catatan atau foto jaman dulu. Masih suka membicarakan dan menyebut “seseorang itu”. Dan bahkaaaannnn, masih suka mimpi ketemu sama “seseorang itu” karena saking kuatnya ni alam bawah sadar menyimpan memorinya. Nalo nalooo…

Mengapa CLBK? Karena kadang CLBK itu lebih berbahaya daripada CBMN (Cinta Baru Mulai Numbuh). Karena CLBK itu ibarat ilalang, dia tidak bener-bener mati, akarnya masih kuat menghunjam di bumi, jadi cuma butuh disiram sedikittt saja, langsung deh, numbuuuh…menyebarrr…tak terkatakan suburnya. Lain sama CBMN yang harus ditumbuhin dari biji, dijaga biar gak dimakan burung, dipupuk, disiram tiap hari, dipandang-pandang, dibersihin dari ulat-ulat, yah gitu deh pokoknya.
Tapi sih, mau CLBK mau CBMN, sama aja ga bagusnya buat kesehatan hati, JIKA tidak segera diakomodasi oleh tempat bernama ‘mitsaqon ghalidza’. Jadi, tetep lah ya, jangan main-main sama CLBK, apalagi susah-susah nyari-nyari CBMN. Sekali bersusah-susah, bersusah-susahlah menuju keridhoan Tuhan. Biar bahagianya total sampai final.

Maka jangan dibiasakan. Maka jangan berekspektasi terlalu tinggi. Maka jangan suka nglamun. Maka jangan menjadikan alasan “menjaga silaturrahim” sebagai pintu kembali pada kisah lama. Maka (bagi yang udah nikah), cintai sepenuhnya yang ada di depan mata. Terjamin halal. Buat cowok, istrimu adalah orang yang rela mengikutimu kemanapun kau pergi. Bahkan ke neraka. Makanya harus hati-hati membimbing dan memimpin. Buat cewek, suamimu itu sudah menyediakan diri menanggungmu dunia akhirat. Makanya harus dicintai dan dihormati sepenuhnya. sok-sok an ngasih nasihat. Padahal belum berpengalaman. Hihiii… gak papa lah ya. Biar jadi nasihat buat diri sendiri, nanti ketika Allah menakdirkan menjalani mitsaqon ghalidza di dunia. Jikapun tidak, maka biar jadi nasihat untuk yang kebetulan membaca.

Okedeh, itu saja.
CMIIW.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: