RSS

pagi kedua

26 Dec

Kita baru saja memulai. Dan tiba-tiba aku menyadari betapa licinnya jalanan yang kita lalui ini ya, Kawan. Aku terus bertanya pada diri, apa aku mampu melalui?
Sementara engkau, di sela lelah kadang kau ajak aku bercanda. Sekadar penghilang dahaga kita, katamu. Ah alhamdulillah, aku punya kau. Peganganmu masih erat kurasakan. Ada kau, ketika aku jatuh terantuk hari itu. Ada kau dengan senyummu yang mengobati lukaku. Juga selalu kau, saat aku berbagi mimpi-mimpi muda kita. Ada kau yang selalu siap bersinergi. Ada kau, yang menahan langkahku, kemarin. Ketika hampir aku memilih jalan yang lain.
Lelahku belum saja hilang ketika kau kembali mengajakku berlari. Mengejar bayang-bayang yang kian tak terlihat. Malam. Malam segera datang, katamu. Malam yang sering tak kusadari merangkak mendekati kita menit demi menit.

Aku tahu, hari ini memang terasa begitu singkat bersamamu. Hari dimana aku selalu membisik doa pada Tuhan kita, untuk mempertemukanku lagi denganmu, esok, di pagi yang kedua. Pada hari dimana tidak ada lagi dahaga, dan bayaran segala lelah kita akan menjadi nyata.

Semoga.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: