RSS

Monthly Archives: December 2012

Aside

Dan nasihat hari ini…
“Rasulullah SAW yang kita cintai melebihi diri, keluarga dan saudara2 kita saja sudah jauh hari meninggalkan kita, maka seharusnya rasa kehilangan karena ditinggal mereka tidak sebesar rasa kehilangan kita terhadap Rasulullah SAW…”(Ust Achmad 2012).
jlebbangett hari ini.

Seringkali memang cinta menyebabkan kita kurang realistis ya… Semoga hari ini menjadi pembelajaran yang sangat.
Dzikrul maut tentu, juga pelajaran tentang persaudaraan, juga tentang usaha yang harus lebih keras untuk menggapai khusnul khatimah.

Sahabat, tibalah masanya…
Bersua pasti berpisah…

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu…

Yang telah pergi…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 29, 2012 in Lookinside

 

pagi kedua

Kita baru saja memulai. Dan tiba-tiba aku menyadari betapa licinnya jalanan yang kita lalui ini ya, Kawan. Aku terus bertanya pada diri, apa aku mampu melalui?
Sementara engkau, di sela lelah kadang kau ajak aku bercanda. Sekadar penghilang dahaga kita, katamu. Ah alhamdulillah, aku punya kau. Peganganmu masih erat kurasakan. Ada kau, ketika aku jatuh terantuk hari itu. Ada kau dengan senyummu yang mengobati lukaku. Juga selalu kau, saat aku berbagi mimpi-mimpi muda kita. Ada kau yang selalu siap bersinergi. Ada kau, yang menahan langkahku, kemarin. Ketika hampir aku memilih jalan yang lain.
Lelahku belum saja hilang ketika kau kembali mengajakku berlari. Mengejar bayang-bayang yang kian tak terlihat. Malam. Malam segera datang, katamu. Malam yang sering tak kusadari merangkak mendekati kita menit demi menit.

Aku tahu, hari ini memang terasa begitu singkat bersamamu. Hari dimana aku selalu membisik doa pada Tuhan kita, untuk mempertemukanku lagi denganmu, esok, di pagi yang kedua. Pada hari dimana tidak ada lagi dahaga, dan bayaran segala lelah kita akan menjadi nyata.

Semoga.

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2012 in Uncategorized

 

#random

Idealisme.
Ah idealisme.
Katamu barusan, beda tipis antara “luntur” dan “menyesuaikan”?
Itulah. Terlalu banyak penyesuaian bisa menjerumuskan pada kelunturan.
Sekat tipisnya tersibak. Lalu hancur terurai.

Mungkin kecewa sedikit ya, melihat fenomena itu. Tapi yakinlah di sekitar dan luar sana masih banyak banyak banyak yang kokoh dengan idealismenya.

Idealismenya sebagai muslim. Yang patuh dan terjaga. Yang rela berkorban dan siap menanggung. Yang tawadhu dan kuat ukhuwahnya. Yang lantang dan membara. Yang pantang menyerah lagi mujahadah.

Amin.

Dan aku, kau, kau, aku, aku,
kita akan ikut barisan mana?

 
Leave a comment

Posted by on December 17, 2012 in Uncategorized

 
Aside

Kebanyakan orang tua memberikan banyak perhatian dalam penyiapan anaknya untuk menjadi dokter, polisi, pilot, politikus, dsb. Tapi sedikit yang benar-benar menyiapkan anak-anaknya untuk menjadi orang tua (Ibu Guru, 2012).

Bersyukur, bisa belajar teori dan praktik parenting.
Belajar bahwa hal-hal yang mungkin dipandang kecil : menghabiskan makan hingga nasi terakhir, makan minum sambil duduk, hemat air pas mandi, mematikan lampu kalo tidak dipakai, mengucapkan maaf dan terimakasih, semacamnya,
adalah hal-hal yang butuh dikondisikan dari kecil, dan itu akan terbawa hingga dewasa.

Belajar bahwa kekompakan bapak-ibu menjadi ujung tombak pendidikan harian anak.

Belajar bahwa anak-anak kita nanti memiliki zaman yang berbeda. Zaman dimana sepertinya tangan dan kaki mulai tereduksi fungsinya (?). Bagaimana tidak? hal yang kecil saja : Mainan jaman saya kecil macem pathok lele, petak umpet, engklek, kasti, layangan, mulai berganti dengan gamewatch, pees, mobil remot, dan balakurawanya. Sepeda telah mulai tersingkir oleh motor-motor. Robot-robot mulai bermunculan menggantikan tenaga manusia. Ini zaman dimana nilai-nilai entah dari dunia mana milik para hedonis, pluralis, orientalis, begitu mudah menjangkau pikiran anak. Zaman dimana fitnah untuk agamanya semakin gencar. Zaman dimana beberapa (yang mengaku) muslim mulai berinisiatif untuk merevisi ajaran agamanya sesuai keinginannya sendiri. Hh. Entah zaman mereka nanti akan menjadi seperti apalagi.

Belajar bahwa landasan utama : aqidah, akhlaq, begitu urgen untuk mereka.

Belajar bahwa qudwah terbaik adalah dari orang yang berinteraksi sehari-hari dengan mereka.

Belajar bahwa kata-kata begitu nothing tanpa contoh amal.

#mari belajar menjadi orang tua

prebaked-parent

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2012 in Uncategorized

 

Tags:

radite

Ndak boleh cengeng.
Apalagi mengalay.
Ndak perlu sok lemah.
Apalagi sampai menyerah.
Pantang goyah, pantang patah!
Lanjutkan langkah.
Perjuangkan dan istiqomah.
Lebih lebih karena kamu itu,
laki-laki, Le.
Kamu itu qowwam.
terbebani untuk mengajak ke surga,
atau memboyong ke jahanam.
Jangan sampai lemah azam.
Jangan sampai jatuh tenggelam.
Sungguh jangan.

Sedangkan kamu, Nduk Cah Ayu..
kelembutanmu itu bukan alasan untuk tidak tegas.
lemah fisikmu bukan alasan untuk kurang tangkas.
hijabmu bukan hanya menutup aurat, ia juga penghalang maksiat.
kamu itu kuat! sanggup menari indah-lincah melebihi tarian bidadari manapun.
jemput dan berjuanglah menuju ridho Tuhanmu.
temui ia dalam keadaan terbaikmu.
Mari, Nduk,
Mari berlari.
mumpung hari kita masih pagi…

 
Leave a comment

Posted by on December 10, 2012 in Uncategorized

 

the last light

The patient is never give up.
How can the doctor give up?!
(Mizuno Sensei)

Fh = P . n
Frekuensi harapan semakin tinggi ketika percobaan yang dilakukan semakin banyak, entah sekecil apapun peluang kejadian itu.

There is always a hope,for them who believe…
Fight!

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2012 in Uncategorized

 

Tags: