RSS

Latihan.

06 Oct

Mar : Eh Mut, Mut, tolongin gw donk Mut.
Mut : apaan? (*bergeming)
Mar : kira-kira apaan Mut? Lo noleh bentar deh Mut! (dan ternyata si Mbak Mar-nya sedang keberatan bawa kardus-kardus dan tas-tas belanjaan bulanan asrama ke gudang).
Mut : (noleh) eh iya, hehe… bentar ke kamar kecil dulu.

#Percakapan imajiner antara Mbak Mar dan Mut.

Sering. Sering sekali ditemui.

Kata seorang Imam, “Malu! Jika saudaramu sampai mengutarakan hajat kepadamu. Mengapa tidak mampu kau tangkap kebutuhannya hanya dari raut wajah, atau isyarat gerak-geriknya?”, kira-kira seperti itu.

Wih. Yang begini-begini nih, membutuhkan latihan dan latihan dan latihan. Kondisi hati tak selalu berada dalam suasana baik untuk sekadar tersenyum, atau menangkap kebutuhan saudara.

Dalam hal-hal seperti ini kita,saya terutama, sebaiknya berusaha menerapkan standar ganda. Berlakulah sebaliknya terhadap diri sendiri. Kata “mastato’tum” yang disebut Rasulullah dalam salah satu arba’in itu bisa kita aplikasikan : bekerjalah sampai batas kemampuan. Jika belum semaksimal mungkin, usahakan jangan meminta tolong atau merepotkan saudaranya.

Pun dengan prasangka.

Berusaha selalu berprasangka baik apapun kondisinya. Apapun.
Dan selalu menjaga perilaku diri, melakukan klarifikasi jika perlu, untuk membantu saudaranya agar tetap berprasangka baik.

Latihan.
Latihan jadi orang-orang shalih.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2012 in Uncategorized

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: