RSS

Monthly Archives: August 2012

randomologi #1

Beberapa resapan di beberapa waktu terakhir :
1. Jika anda memiliki lebih dari satu istri, jangan tempatkan pada satu dapur. Kemungkinan besar itu hanya akan membuat anda pusing.
2. Jika seorang wanita sedang marah, jangan berinisiatif menasihatinya karena itu hanya semakin mengeruhkan hatinya. Sediakan saja telinga.
3. Satu peer hidup yang cukup sulit adalah mengelola akumulasi pengalaman menjadi akumulasi kebijaksanaan dan ketawadhuan.
4. Sebuah titik terendah pada lingkaran bisa bergerak naik menuju titik tertinggi jika lingkaran itu tetap bergerak.
5. Salah satu nasihat yang disampaikan Rasul berulang kali dalam satu waktu adalah : laa taghdhob, jangan marah.

 
Leave a comment

Posted by on August 30, 2012 in Lookinside

 

Tags:

^^

Azam : Abi, kenapa muka orang beda-beda? Heghegheg (ketawa khas Azam)

Bapak : biar bisa dibedakan… kalo sama semua gimana? Azam sama kayak Hasan, Hasan sama kayak Umi…

Azam : Abi, kenapa kita di darat? Kalo di surga gimana Bi?

Bapak : Hmm… (Bapak sudah nguantuk rupanya)

Azam : Abii… *minta penjelasan

#percakapan bapak-anak (5 tahun) di dini hari. Lumayan buat temen ngetik.

Any answer, ehm?

 
5 Comments

Posted by on August 6, 2012 in Cerita Kata

 

Tags:

Ckckck #1

Syahdan,

Ada seorang Syahlala yang baru lulus sekolah menengah atas, dan secara PMDK sudah diterima di sebuah PT. Untuk melengkapi persyaratan, PT tersebut mewajibkan Syahlala menyerahkan Surat Tes Bebas Narkoba.
Maka pada suatu pagi Syahlala ditemani XX1 pergi ke RS Bh*****kara. Karena masih terlalu pagi, dokter belum datang. Setelah meminta identitas, pihak RS mempersilakan pulang, dan katanya nanti akan ada kabar lebih lanjut.

Jam 9.30 datang sms dari RS ke XX1. “Berat badan dan tinggi badan Syahlala berapa?”

Dibalas.

Sekitar jam 10.00, datang sms lagi “Mbak suratnya sudah selesai, bisa diambil”
Ributlah sekamar.
XX1 : maksudnya gimane nih? Suratnya udah jadi? Jadi gak usah pake tes gituh?
Aku : iya kali
XX1 : lha wong nama suratnya Tes Bebas Narkoba kok, piye to?
XX2 : biasa Indonesia…
Aku : coba telpon RS-nya.
Maka terjadilah cakap-bercakap antara XX1 dan RS. Benar. Surat sudah jadi, tinggal ambil.
XX1 : wedeeh… kalo kayak gini bisa jadi alat buat yang beneran pemakai.
Aku : yaudah ntar tanya coba kesana “Bu, kalo misalnya adik saya ternyata pemakai, gimana Bu?”, heheh
XX2 : hadeeeh…jangan2 suratnya langsung disobek ntar.
Aku : mungkin yang beneran dites tuh kalo orang-orang yang pernah punya catatan kriminal kalii…
Hmm…

Dan untuk selembar surat itu harus menyerahkan Rp. 130.000,00.

Gondok. Gondok pada diri sendiri yang hanya bisa membicarakan.
Juga karena gak kebagian jatah nyerewetin ini-itu pada pihak RS.
Juga membayangkan pada tataran yang lebih besar lagi dari sekadar surat bebas narkoba, yang melibatkan rupiah ber-nol 9-10-11-12 atau lebih, yang tak pernah absen dari pemberitaan di koran-tv-dan wadyobolonya.
Juga semprotan beringas dari pantulan kaca : Trus lo udah ngapain, Eye????!

Hufft. Allahummaghfirlana dzunubana…

 
Leave a comment

Posted by on August 5, 2012 in Cerita Kata

 

Tags: