RSS

BAR

23 Apr

Namaku Elang. Perempuan. Aku ingin menceritakan sesuatu. Sesuatu yang sangat sesuatu sekali.
21 April, sekitar 13.00
New Message 08131XXX
“May I marie* you?”. (*sengaja ditulis begitu)
Hm, orang iseng. Kubalas, “No thanks”
Berbalas, “Why?”. Eh, masih bales juga.
“I don’t know who you are”
“Niat baik untuk menikahimu? Kamu tolak?”. Bener-bener nih. Baiklah, orang iseng, kita selesaikan.
“Anda bahkan tidak tahu saya laki-laki atau perempuan”
“Maaf, dengan mb Elang?”. Jederr. Dia tau nama gw.Sontak mataku yang masih kriyip-kriyip melebar membaca sms itu. Ucek-ucek. Iya dia sebut nama!
“Ya benar. Maaf Anda siapa?”
“Saya Andy Rahmat. Apa mb sudah selesai kuliahnya?”
Siapa pulak Andy rahmat?
“Saya tidak dapat mengingat nama Anda. Anda dari mana? Darimana Anda kenal saya?”
“saya tidak kenal, hanya tahu mb. Saya dulu di kampus juga. Apakah mb mau berproses dengan saya? taaruf?”
“Apakah kita pernah berinteraksi sebelumnya? Siapa Anda sebenarnya?”
“Belum pernah berinteraksi sama sekali, bicara atau organisasi belum pernah. Paling Cuma meliat atau papasan di jalan. Saya Andy Rahmat. “
“Maaf, untuk saat ini saya tidak merencanakan untuk menikah. Masih banyak hal-hal yang harus saya selesaikan. Jika Anda ingin menikah, mungkin saya bisa membantu mencarikan untuk Anda.” Suer gw gak yakin sama kata-kata gw ini. Nyariin istri buat orang? Belumberpengalaman.
“Saya inginnya dengan mb. Sudah lama saya pendam keinginan ini, sejak awal-awal tahu mb. Tapi waktu itu saya belum bermaisyah. Sekarang alhamdulillah saya sudah bermaisyah meskipun tidak besar.”
Suer penasaran abis dah gw. “Kenapa Anda ingin menikah dengan saya?”
“Mbak cantik, solehah, dan sangat menjaga hijab, afwan, afwan.”
Ngekek-ngekek lah aye baca kata-kata ini. Gilabenarr…
“Ada banyak nama Elang di IP*, mungkin Anda salah orang”
“Elang IT* 4*?” (menyebutkan jurusan dan angkatan gw).
Ya Allah, benar. Dia BENAR-BENAR tahu siapa sasarannya. Dia mau taarufan sama gw? Apakah kita sedang memaknai sebuah term dengan cara berbeda?
“baik. Saya ingin tahu apa arti taaruf menurut Anda.”
“saling mengenal, jika cocok lanjut ke keluarga. Dan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. Jika tidak cocok mungkin belum jodoh. Atau mau mb?”
… lama aku berpikir. Ada satu hal yang tidak ia sebut. Aku ragu ia “ikhwan”-nya Ikhwah (dengan I besar). Bagaimana kata-kata yang tepat untuk orang seperti ini?
“Saya belum merencanakan menikah karena alasan-alasan pribadi yang sangat penting bagi saya. Saya harap Anda bisa menerima keputusan saya.” TITIK. Aku berharap ini menyudahi.

“baiklah saya terima. Kapan rencana menikah?”.
Alhamdulillah…bersyukur banget gw. Tak kuhiraukan lagi pertanyaannya. Enough.
“tolong dibalas.” Eh dia sms lagi!
Kukirimkan sms tausiyah tentang sabar dan syukur.
Dia membalas, “subhanallah”
“apa jawabnya?”

………kudiemin.
“tega ya?”
……..parah beud dah. Mulai macem-macem ni orang.
Cerita hari ini selesai.

**Analisis hari ini : jelas bukan “ikhwan” (secara pikiran, akhlak, dan harokah). Saya menyebutnya Itong (Ikhwan sepotong -red). Kemungkinan besar mahasiswa/mantan mahasiswa IP*. Dia dengan cepat menyebutkan nama dan angkatan saya. Jika tidak, dia tahu nama, angkatan, jurusan, dan nomor HP saya dari media cetak/net. Besar kemungkinan kakak tingkat atau seangkatan.
Dan yang jelas jelas sangat jelas, dia sakit!!

22 April, 03.00
“Solat tahajud gak?”
Masih SMS dari orang yang mengaku berinisial AR itu. Aku bangun. Melihat jam di HP dan mendapati SMS itu. Langsung deh misuh-misuh. Parah. Ini sudah tidak sopan. Ini bukan jam untuk SMS. Apa urusannya bangunin aku tahajud?? Peduli amat. Calon suami gw (*yang saat ini masih di Lauhul mahfudz) aja gak gitu-gitu banget. Kuabaikan SMS itu. Sebelsangat!

Kira-kira jam 6.30 pagi.
Datang sms dari seorang teman-berbincang-apa-saja.
“ada yang sms. Ngajak nikah. Hadeuh…ada-ada aja ikhwan jaman sekarang. *lanjutin nonton ah.”
Hah? Apppaa? Kok bisa barengan gini?
Langsung deh kubales, “Hah? Beneran Des? Kok kasus kita sama sih?”
“Beneran mbak? Kirimin donk nomornya, kali aja sama orangnya.”
Kukirimkan nomor itu ke Desta.
081311652904
*Sengaja ditulis. Harap Anda waspada!*
“Hahaha…sama mbak…dia ngakunya namanya Bintang dari ui. Hmm…kita apain ni enaknya?”
“beneran sama?? Ke aku dia ngakunya namanya Andy Rahmat. Pas kusearching di g***** (ini terinspirasi oleh sebuah tulisan), hampir tidak ada yang bisa menggambarkan sosok orang ini.”
“gini aja mbak, kita sms dia bareng-bareng. Bunyinya ‘maaf, untuk mengurus pernikahan saya, silakan hubungi nomor…….’. nah, mbak kasih nomerku, aku kasih nomor mbak El. Gimana?”
“yup.yup. setuju. Tapi Des, ntar dulu ya. Aku kemarin udah nyuekin dia. Aku susun rencana dulu ya. Tunggu kabar dariku”
Pagi itu aku langsung beraksi. Baiklah, Mr. Pembohong. This is your time.
“Maaf, sudah saya pikirkan semalaman. Saya memutuskan ingin mengenal Anda lebih jauh.” Di bagian ini gw gak bohong. Aku emang ingin tahu SIAPA dia sebenarnya. Karena tak berbalas, kumiscol nomernya. Aktif. Lanjutkan El.
“ saya sudah bicara ke orang tua saya. Mereka merespon positif. Dan saya memutuskan untuk mengenal Anda lebih jauh.” Di bagian ini gw juga gak bohong kok. Aku emang telpon ibu dan bilang ada orang aneh yang ngajak nikah, tapi kutolak. Respon ibu? Positif, lah. (mendukungku untuk menolak, maksudnya).
Tak berbalas. Baru beberapa puluh menit kemudian dia membalas.
“maaf saya baru bangun. Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran? Bukankah kemarin menolak?”
“saya kemarin sangat kaget, dan siapapun pasti kaget. Tapi semalam saya pikir lagi”
Lamaaa sekali. Sampe gw berangkat l*q*,,, sampe l*q* gw hampir selese…
“merasa cantik? Jujur”
Mual. Kali ini benar-benar neg dan sebel bukan kepalang.
“Yes. Of course!” tentu aja gw merasa cantik. Cuma ini muka satu-satunya yang gw punya.
“really? Why?”
“maaf saya sedang di jalan. Nanti kita lanjutkan”
“jam berapa? Sudah solat dan makan belum?”
Okeh. Okeh. Sudah. Sudah. Saya hampir muntah. Saya tidak sanggup lagi melanjutkan. Aku melaju pulang. Sepanjang jalan kupikirkan kata-kata yang tepat untuk menohoknya.
Sampai rumah kusms Desta. “Sekarang saatnya. Kita kirim SMS berbarengan”
“Peduli sekali Anda. Sepertinya Anda berbakat menjadi suami yang baik. Pertanyaan apalagi yang harus saya jawab??? Saya rasa sudah cukup main-mainnya ya, Kak Bintang? Sudah berapa akhwat yang jadi sasaran Anda? Istighfar! Silakan hubungi nomor ini (nomor Desta), yang akan mengurus pernikahan saya.”
Di belahan kota lain, Desta pun sedang mengirimkan sms serupa. Selanjutnya?
Dia minta maaf. Disertai doa semoga aku dan Desta mendapatkan suami yang baik.
Anehnya, sms-smsnya kepadaku tak berhenti sampai di situ. Sms tausiyahku ia kirim balik. Kembali memuji-muji gombal. Dia akan menuruti apapun yang ingin kutahu darinya. Dan dia kembali berbohong dengan mengaku namanya Bintang Andy Rahmat. Robbana…kebohongan satu akan ditutupi dengan kebohongan selanjutnya.
Dan puncaknya, minta dimaafkan dan diberi kesempatan. Kujawab dengan pendek pendek. “Maaf”. “Tidak”.
Sampai akhirnya sebuah smsnya menyadarkanku, “lalu apa artinya tadi pagi?”. Mengernyitlah dahiku. Kubalas “tadi pagi?”.
“ingat sms sekitar jam 7 pagi tadi? Yang katanya kamu ingin mengenalku lebih jauh?”
Membaca ini absolutely gw sorak-sorai. Kena kau! Dia mengira aku tidak mau memafkannya karena cemburu, karena ternyata dia juga ngincar Desta. So, this is the true check mate!
“rupanya Anda tidak sadar bahwa kita sedang bermain catur. Kata-kata seperti apalagi yang bisa membuat anda kembali bermain setelah saya menghentikan Anda kemarin? Pikir logis bung! Ini adalah strategi saya dan Desta untuk mengungkap kebohongan Anda. Berhenti mengganggu saya!”
Lama tak membalas. Mikir deh sono…
And this is his last messej, until now. “ok elang dan desta. Sy doakan kalian dapat suami yang baik. Aamiin. Saya akan lihat seperti apa suami kalian kelak, insyaallah, semoga masih ada umur. Terima kasih untuk semuanya”
Alhamdulillah… finally…

*with a little edit

QS. 24:26.
Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lilmuttaqina imaama…

Apa yang ingin didapat dari sebuah kebohongan? Mungkin kita akan mendapatkan kepuasan dengan mempermainkan orang (semacam clepto, atau bahkan psikopat). Ini sebuah penyakit. Jadi, untuk saudari-saudariku, kalau ada sms semacam ini sudah cukup jangan direspon. Meski ia menyebutkan identitas anda selengkap apapun.

Masih ada waktu. Masih ada waktu untuk menyusur jalan pertaubatan…

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on April 23, 2012 in Cerita Kata

 

8 responses to “BAR

  1. rireysamuray

    April 23, 2012 at 10:01 AM

    subhanallah ai…be inspiring for us….
    i need you beside me, now….

     
    • Eye

      April 23, 2012 at 11:26 AM

      heeiii…what hepen? sms.

       
  2. elangkelanaflpsolo5

    April 26, 2012 at 1:05 PM

    kekekeke, peringatan buat yg suka usil ya

     
  3. acie

    April 27, 2012 at 3:51 PM

    salam kenal yaaa…

    well ini berdasarkan kisah nyata ya??
    nope yang ditulis persiiiiis sama dengan nope yang baru banget nget tiba2 sms saya (walaupun ga segamblang ngajak nikah tapi kurang lebih tampaknya arah2nya mo ke sana soalnya ga saya ladenin… hihi)

     
    • Eye

      April 27, 2012 at 10:01 PM

      yup mbak. sangat sangat nyata. banyak saksi hidup yang bisa ditanya, heheh
      eniwe, kebetulan banget ya mbak nemu blog saya..
      oke just be careful, n ga usah diladenin.

       
  4. acie

    April 27, 2012 at 10:37 PM

    yup..
    karena penasaran dengan jati diri ntu orang iseng (gaya banget jati diri,,, hehe) jadinya saya iseng-iseng coba search di google si empunya nope tersebut….. dan taraaaa…. suatu kebetulan nope tersebut disebut sebut (salah ding,, ditulis tulis,, hihi) di blog ini…. akhirnya saya “tembak” orang tersebut dengan kisah BAR ini…. n hasilnyaaaa…… no more sms…. 😀 … tfs yaaaa 😉

    btw,, blognya bagus sangaaaat….. teruskan yaa….. 🙂

     
    • Eye

      April 27, 2012 at 10:59 PM

      alhamdulillah tulisan ini bisa bermanfaat…
      eh salam kenal juga ya mbak…

       
  5. PelangiciptaanTuhan

    April 28, 2012 at 12:41 AM

    Satu pelajaran b’harga : waspada dgn orang atw nomer atw identitas apapun yg baru d kenal. Sekalipun ia mengaku saudara, senasib, seperguruan, ataupun sekampus. Yaaa, mungkin krn jaman skrg t’lalu byk orang b’kemampuan akting yg mumpuni, jd t’goda ingin m’jajal kemampuan akting’a walaupun bukan d depan kamera.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: