RSS

Monthly Archives: March 2012

cuma…

Piramida penduduk Indonesia hasil survey 2010 didominasi umr 5-9 tahun. Secara keseluruhan didominasi umur 0-14 tahun. Ini tahun 2012. Jadi, karya-karya mereka akan mulai nyata pada tahun 2030-2040an, jika dunia ini masih ada. Akan dipersiapkan seperti apa 66 juta jiwa itu?
Siapa yang ingin ikut berpartisipasi?
1. Menjadi orang tua yang baik (memodifikasi kanvas suci anak-anak dengan warna-warna Islam, di seluruh sisi hidupnya)
2. Menjadi guru (*dalam konteks sekolah formal) yang baik (all about menjadi guru yang baik, lah).
3. Menjadi donor untuk penyelenggaraan pendidikan.
4. Menjadi pengambil kebijakan pendidikan yang baik (salah satunya mungkin dengan meninjau ulang pemberlakuan ujian nasional! -agakemosi-)
5. Menjadi pengajar bimbel yang baik.
6. Menjadi petugas TU sekolah yang baik.
7. Menjadi guru TPA yang baik.
8. Menjadi supir angkot yang baik (mengantarkan anak0anak ke sekolah setiap hari)
9. Menjadi penjaga kantin sekolah yang baik (menjaga kebersihan makanan, dan hanya menyediakan makanan-makanan yang sehat untuk anak-anak)
10. Menjadi pak satpam yang baik (membantu anak-anak menyeberang pas berangkat n pulang sekolah)
11. Menjadi … apapun kita, generasi esok adalah amanah besar di pundak.

Jadi, cuma mau mengajak diri sendiri dan pembaca untuk lebih memperhatikan anak-anak, dalam peran masing-masing.

 
2 Comments

Posted by on March 30, 2012 in Aroundisasi

 

Tags: ,

Masih adakah?

Seperti paku yang menancap di dinding. Meski ia telah dicabut tapi tetap saja bekasnya akan terus ada.

Memang.
Bekas itu masih ada. Tak hilang sama sekali. Tapi bukankah bukan bekas itu yang menentukan hidup kita? Semua kembali pada pemaknaan diri terhadap bekas itu.

Untuk yang pernah ter’bekas’i hatinya oleh apa/siapapun, entah bekas yang sangat baik-baik-tidak terlalu baik-sangat tidak baik, insyaallah selalu ada wangi hikmah yang bisa dihirup setiap saat. Saat tiap helaan nafas bercerita tentang masa yang telah lalu, sebuah kekecewaan atau kesedihan, sebuah tawa atau kebahagiaan, sebuah semangat atau bara cita, mari belajar untuk mensyukurinya.
Bersyukur bahwa kita masih hidup untuk melanjutkan amal.
Bersyukur bahwa Allah masih selalu membuka pintu ampunan.
*
“Apa yang bisa membuat kita puas dan bahagia membaca cerita masa lalu kita?”
Saya pernah melontarkan pertanyaan ini kepada beberapa teman. Ternyata ada 2 sudut pandang : orang-orang yang menjawab dengan menoleh ke belakang, dan orang-orang yang menjawab dengan menatap lurus ke depan.
Orang-orang yang menoleh ke belakang berusaha mereview masa lalunya dan mengambil hikmah dari semua itu.
Orang-orang yang menatap ke depan menjawab dengan : “Be the best today”. Sebuah jawaban optimis dari seorang alnitak_andromeda.
Terimakasih.

Memang. Kadang di sela tatapan ke depan, perlu sesekali menengok ke belakang, bukan untuk menyesalinya. Tapi untuk memperdalam pemaknaannya.

 
4 Comments

Posted by on March 27, 2012 in Lookinside

 

Tags: ,

8-5

Begitu manisnya Engkau mengurai kata-kata. Menohok sekali. Selalu tidak ada celah untuk tidak taat.
Karena para mukminin-mukminin tangguh generasi pertama itu menaatiMu dalam titik ketaatan yang meleburkan semua rasa suka dan tidak suka. Siapa yang suka membunuh? Siapa yang suka darah tertumpah?
Tapi ketika titah kebenaran telah turun, mereka sadar bahwa tak ada pilihan lain..

Maka,

jadikan cintaku padaMu Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka.. (SAF)

#apakah bisa terbandingkan ketidaksukaan mereka dengan ketidaksukaan-ketidaksukaanmu Eye..???!!!

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in QS

 

Between Us and Them

Anak-anak taukah kalian?
Tadi malam ada seorang anak kecil 7/8 tahunan di seberang jalan. Dengan karung besar dan tongkat kait panjang ia mengais sampah di sela rerumputan.
Mungkin ia tak seperti kalian. Tak ada susu dan madu untuk sarapan dan makan malamnya. Tak ada petualangan detektif cilik yang seru untuk refreshing akhir pekannya. Tak ada jalan-jalan. Tak ada kasur empuk yang nyaman. Tak ada seragam sekolah apalagi pensil warna. Tak ada uang saku apalagi tabungan.
Tak ada lauk pauk yang lezat apalagi cemilan. Bahkan mungkin tak ada atap layak untuk berteduh dari hujan.
Anak-anak taukah kalian?
Seringkali kita lupa bersyukur.
Lupa bahwa kita harus menghabiskan makanan di piring-piring kita.
Lupa bahwa air harus dipergunakan sehemat-hematnya.
Lupa bahwa alat tulis harus digunakan sebagaimana mestinya.
Lupa mengucap doa syukur atas semua karunia.
Lupa bahwa kita harus belajar lebih giat dan bekerja lebih keras.
Lupa untuk berbagi.
Lupa untuk mengenali mereka yang tak seberuntung kita.
Lupa untuk belajar dari semangat-semangat mereka.

Mari bersama mulai.
Mari bersama belajar.
Mari bersyukur dan berbagi..

 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2012 in Lookinside

 

61-3

Seratus enam puluh delapan dari dua ratus sembilan puluh dua messejs di inbox N6303i yang diamanahkan kepada saya ini berisi kata-kata high-class yang sering disebut orang sebagai “sms tausiyah”. Mungkin sekitar 1,5-2 MB ia makan tempat.
Dari bermacam orang (semoga Allah menyayangi mereka) : saudara se-SMA, seangkatan, sekamar aliff, seolimp, se-FSLDK, selingkaran, se-AH, adik tingkat, kakak tingkat, Mr.8, Mbak-mbak, kakak-kakak, nomer tak dikenal,,,ya. Itu udah.
Dengan frekuensinya masing-masing : 1-2-3-4-5-10-15-50-…
Dengan khasnya masing-masing : cara menyingkat kata, cara menyusun kalimat, tema-tema yang dibahas…
^pentinggaksih^
Penting, kok. Setidaknya buat saya.

Bagi yang sengaja atau tidak sengaja membaca ini, sungguh saya bukan bermaksud tidak baik. Bukaaan sama sekali. Saya hanya mengingatkan kembali diri saya sendiri untuk sebuah improvement, konsisten dan -sebuah kata ajaibb- ISTIQOMAH.

Menulis itu mengungkap pikiran. Mengungkap identitas. Seperti dakwah -yang juga adalah pengungkapan identitas-. Menulis bisa jadi sarana dakwah meski dakwah tidak harus dengan menulis, bukan begitu bukan.
Saya sering memastikan kepada diri sendiri, apakah seseorang yang menulis itu sama dengan seseorang yang berbicara? Esensinya sama, sama-sama menyampaikan ‘sesuatu’. Nah permasalahannya, ‘sesuatu’ yang disampaikan itu harus ‘sesuatu’ yang bagaimana ? Harga mutlak bagi saya bahwa ‘sesuatu’ itu adalah ‘sesuatu’ yang telah mengalami « sesuatu ». *duhapasiheyeeee
« sesuatu » ini sering disebut implementasi, amal nyata. Sebuah tahap-ketiga, setelah kepahaman dan keikhlasan, sebuah pembeda antara pemain dan komentator.
Jadi, sebenarnya sih cuma mau bilang begini : jika esensi menulis itu sama dengan berbicara, maka berlaku hukum bahwa seseorang hanya pantas menulis apa yang telah ia amalkan, sama seperti “seseorang hanya pantas berkoar-koar tentang sesuatu yang ia sendiri telah mengamalkannya”. Jederrr. Ini boomerang mematikan buat saya yang suka sok-sok menulis banyak-banyak tapi masih sering error, yang suka kirim sms tausiyah tapi masih banyak bolong-bolong amal. Ya Rabb…
Nah, lebih-lebih lagi dari seseorang yang suka ber-sms tausiyah, adalah seseorang yang punya blog *nguk*, seorang kolumnis, seorang penulis buku, and semacam-macam itu.
Al fahmu -> al ikhlas -> al ‘amal -> menulis, kalo mau -> ‘amal terus -> tambahin terus al fahm-nya -> jaga terus ikhlasnya -> tingkatin terus kualitas amalnya -> sembari keep writing.
Jika menulis dari hati maka insyaallah akan dibaca oleh hati. Seperti beberapa messejs tausiyah yang timingnya sangat-sangat-sangat tepat datang ke inbox saya. Seperti tamparan seketika. Meyakinkan saya bahwa si pengirim adalah hamba-hambaNya yang baik, yang terpilih untuk meluruskan kembali diri saya, yang pantas diteladani.
Semoga Allah menyayangi ikhwahfillah semua.

 
1 Comment

Posted by on March 15, 2012 in QS

 

If Tomorrow Never Comes..

So tell that someone that you love
just what you’re thinking of
if tomorrow never comes.. (RK)

Satu dua tiga. Hft.
Ya.
Tidak.
Ya.
Tidak.
Ya.
Jemarinya meraih handphonenya. Mengetikkan beberapa kata.
“Assalamu’alaikum, hi, what are you doing now ? :-)”
sending message to 085xxx
sent.

Di sudut lain kota itu, sebuah sms datang ke handphone seorang gadis. Sosok yang dewasa, muslimah taat, dan cerdas.
Beberapa saat ia merenungi pesan yang baru diterimanya. Pesan singkat dari seorang ikhwan, kakak tingkat di universitas tempat ia menuntut ilmu sekarang. Bukan hanya sms itu yang membuatnya berfikir. Tapi sikap sang kakak tingkat akhir-akhir ini, perhatiannya,,
Lalu..
Diraihnya HPnya.
Option-call sender.
Calling 085zzz…

Di seberang sana, si ikhwan yang tengah deg degan pun terlonjak.
Telpon? Dari Dia?
Dengan mantap diraihnya handphonenya.
Klik “yes”.

Ikhwan : assalamu’alaikum
Akhwat : wa’alaikumussalam. Dengan akh XY?
Ikhwan : ya benar. ‘afwan ada yang bisa dibantu?
Akhwat : (menghela napas) Will you marry me?
Sedetik.
Dua detik.
Tiga detik.
Ikhwan : (menarik nafas) Bismillahirrahmanirrahim, Yes. I will.
Akhwat : khair. Wassalamu’alaikum.
Ikhwan : wa’alaikumussalam.

Dan berlangsunglah prosesnya. Perjalanan menuju keberkahan.
Barakallahulakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khoir..

Ini sebuah kisah nyata. Dengan editan, tanpa bermaksud mengurangi pesan.

So tell that someone that you love.
Just what you’re thinking of.
If tomorrow never comes..

 
2 Comments

Posted by on March 13, 2012 in Cerita Kata

 

Sore-sore

Sore tadi,
sepanjang jalan itu tangan kecilnya memeluk pinggangku. Kerudungnya melambai-lambai. Tas kecilnya terayun-ayun. Sepanjang jalan bercerita ini itu. Tentang jadwal les nya yang diganti sepihak,tentang PRnya,tentang teman satu bimbingan yang entah namanya siapa itu. Hingga aku harus menaikkan kaca helm beberapa kali untuk menanggapinya.
Apa yang istimewa?
Sensasinya.
Sore-sore,mendung tapi tak hujan,hiruk pikuk menyela kemacetan jalan-baru-Bogor.
Bersama seorang anak 8 tahun.
Dengan kecepatan 50 kmph.
Seperti…
Sedang bersama anakku.
AnakKu sendiri.
Hihi..*nyengirkucing

 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2012 in Cerita Kata