RSS

Monthly Archives: January 2012

:)

Bahwa (mayoritas) bahasa kita saat ini bukan berupa untai kata-kata atau suara. Bahwa meski aku tak pernah mengungkapkannya, tetap saja aku memikirkanmu, berfikir segala hal yang kupikir baik untuk kupikirkan tentangmu. Bahwa kadang kata-kata di antara kita sering tak kusukai. Hanya cara saja agar aku memastikan aku tak kehilanganmu.
Bahwa semua itu, aku tak tahu apakah kau tahu atau tidak…
Aku khawatir kau salah mengartikan diamku. Aku seringkali bisa sangat diam, dan bisa sangat cerewet. Seperti seringkali aku bisa sangat cuek, seperti aku bisa sangat peduli.
Sebenarnya… ini hanya masalah apakah aku menunjukkannya atau tidak, tapi percayalah aku masih manusia normal yang memiliki hati… yang kadang terlalu sensitif untuk melihat selapis perubahan rautmu saat kita (kadang) saling bicara…
Aku hanya sering merasa tidak tahu bagaimana harus menunjukkannya padamu… Lebih sering menyimpannya sendiri sampai waktu entah kapan.
Percayalah aku tak pernah berusaha tidak memperhatikanmu…
Kau pun sama, bukan begitu bukan?

-@newworld-

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on January 30, 2012 in Cerita Kata

 

Bersama Allah, Bisa.

Apakah seseorang bisa benar-benar tidak bisa? Padahal ia punya Tuhan yang Maha Serba Bisa?
Mungkin hanya perlu sedikit lebih keras, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amal seorang mukmin insyaallah.
Mungkin hanya perlu sedikit mengurangi tidur, karena perjuangan hampir selalu butuh pengorbanan.
Mungkin hanya perlu sedikit lebih khusyu’, ketika wudhu, sholat, berdoa, dan apa-saja-ibadah. Karena akan membuka pintu-pintu cinta Allah kepada hambaNya, insyaallah.
Mungkin juga ada sedikit yang perlu diperbaiki dari akhlaq bermuamalah. Sehingga seluruh manusia dan makhluk ridha akan keberadaan kita.
Juga sedikit mengurangi main-main, karena waktu yang tersedia tidak pernah semakin bertambah.
Selain itu harus sedikit lebih focus, karena terpecah-pecahnya perhatian di satu waktu hanya akan menghasilkan nothing.
Pertanyaan berikutnya,
Bagaimana cara mentransfer kebiasaan ‘sedikit-sedikit’ ini…?
Step by step, ya. Innallaha ma’ash shobiriin… dan hasilnya memang bukan untuk dinikmati dalam waktu dekat ini.

 
Leave a comment

Posted by on January 28, 2012 in Lookinside

 

Me, and U

Karena ketika kita terpisah, maka tidak ada lagi genggam erat tanganmu melipur kesedihanku.

Karena ketika kita terpisah, maka tidak ada lagi ceria senyummu menyambutku ketika beberapa jam kita tak bertemu.

Karena ketika kita terpisah, tak ada lagi yang meneliti wajahku dan melihat gurat-gurat kegundahanku.

Karena ketika kita terpisah, tak ada lagi yang mengajakku berlomba-lomba mencoret target-target hidup, juga menuliskan target-target baru di kertas impian kita.

Karena ketika kita terpisah, tak ada yang spontan menegurku ketika aku salah dan terpuruk.

Karena ketika kita terpisah, tak ada lagi dendang-dendang penyemangat di pagi hari, atau nasyid-nasyid muhasabahmu di malam hari.

Karena ketika kita terpisah, tak ada lagi yang memelukku saat tidur dan berbagi cerita-cerita apa-saja.

Juga,

Ketika ternyata kita terpisah, aku mengerti bahwa ternyata Allah-lah yang memiliki sumber kasih sayang yang bisa kuminta sewaktu-waktu..

Ketika kita mau tak mau harus terpisah, ternyata Allah menghadirkan pengganti-penggantimu yang mengisi titik kekosongan karena keterpisahan kita.

Karena ketika kita terpisah, hanya fisik kita yang menjauh tetapi hati ini akan direkatkan oleh rabithah berbalut iman.

Karena ketika kita terpisah, kita masih bisa saling menguatkan, saling bercerita, saling tersenyum dan saling mendoakan.

Karena ketika kita terpisah kini, sebuah harapan baru semakin menguat dalam hati, harapan untuk bisa reunian di surga kelak.

Dan mari berjanji kepada Allah untuk bermujahadah menggapainya.

Fafirruu ilallah!

Maka mari terus kepakkan sayap, terbang menuju keridhoan Allah, sahabatku, saudaraku…

(for_u)

 
2 Comments

Posted by on January 9, 2012 in Cerita Kata

 

Cinta tanda kutip.

Jika ada yang bilang cinta karena Allah tapi maunya telpon-telponan, sms-an, atau bahkan ketemuan terus, maka cari dimana letak “karena Allah-nya”.

Jika ada yang bilang cinta lalu ngajak ‘kenalan-lebih-jauh-ala-anak-jaman-sekarang’, maka pertanyakan lagi tujuan mencintai.

Jika ada yang bilang cinta lalu ‘nge-take’ untuk tiga-empat tahun lagi, pertanyakan apakah di saat itu, bahkan, orang yang mengucapkannya yakin masih hidup.

Jika ada yang bilang cinta lalu diumbar-umbar ke seluruh dunia, maka pertanyakan apakah itu hanya sekadar euforia ataukah rasa ‘bangga’.

Jika memang cinta maka rapihkanlah ia jika memang belum saatnya.

Jika memang cinta maka bungkus ia sampai syetan pun tak tahu keberadaannya. Seperti cintanya Sayyidina ‘Ali dan Fatimah.

Jika memang cinta maka ungkapkan segera dengan menggandeng serta keridhoan Allah bersamanya. Seperti cintanya Bunda Khadijah kepada Sang Manusia Terbaik.

Jika memang cinta maka tajamkan nurani untuk menahan langkah-langkah yang tak diridhoi.

Jika memang cinta maka ukurlah ia dalam bingkai taqwa dan rasa malu.

Meski acapkali ia tak dapat diukur. Tapi bersama Allah ia pasti akan teratur.
Teratur menantikan do’a-do’a “Barakallahulakuma”, terucap di suatu saat yang hanya untuk para Pecinta Sejati.
Teratur mencari pasangan jiwa dalam kedalaman hati dan kemurnian taqwa.
Karena kehadirannya yang tak pasti. Dan hanya keikutsertaan Allah yang dapat menjamin ia bertahan kekal abadi..

 
3 Comments

Posted by on January 1, 2012 in Lookinside