RSS

Monthly Archives: May 2010

kasus nih.

06.30 pm
Mendapat cerita-cerita dari Flo 1 -sebut saja-. tentang sesuatu yang, ih, geleuh. Nggak nyaman dengernya. Tapi…sebuah kenyataan.

Flo 1, memang galak -ke makhluk XY-. Dan baru saja mendapat protes untuk “softer plis”. wew. gubrak. geleeeuuuuuh. Ya ya. Mengerti bahwa tiap orang itu berbeda. Sama sekali. Banyak juga XY melankolis dis ekitar kami. Cuma…. Kami tak bisa menerima begitu saja. Pengalaman traumatik kami di masa lalu mengatakan bahwa, sedikit saja soft, berabe. Kagak dah. Dan saya masih bingung tentang batasan soft dan hard itu. Yang saya tahu, masing-masing ada porsinya, tanpa berlebihan.

“Wahai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”. QS. Al Ahzab : 32.

05.30 pm, kemarin.
Obrolan di tengah MoC AH, Flo 2 bercerita kalau baru saja disindir abis di awal syuro tentang “cuek banget ketemu di jalan” -oleh seorang makhluk XY yang tadi dicuekkannya saat berpapasan-. Dan tentu saja membela diri habis-habisan dengan “CoC plis…. tengoklah sikit tuh buku…”.
Tentang saling menjaga kehormatan, kata CoC. Sehingga tidak disarankan untuk saling menyapa di jalan, apalagi satu departemen, yang notabene di syuro aja udah -cukup- bisa dibilang akrab.

07.29 am
Sms dari seorang XY menanggapi sms booming isu jilbab subuh tadi. “Bagaimana mungkin orang akan tertarik berjilbab sementara akhwat yang memakai jilbab panjang pun akhlaknya dan adab dengan non mahram sama saja dengan mereka yang tidak berjilbab?”.
Ow. Oh No. Gak terima. Jangan menggeneralisir sesuatu. Lebih baik diobrolkan dalam suasana ukhuwah dengan ybs bukan? Watawasau bil haq.
Beberapa waktu lalu, dari temen sekamar.
“Mbak tahu kenapa aku memutuskan keluar dari zona abu-abu itu? Salah satunya karena aku gak nyaman dengan orang-orangnya. Terlalu menggampangkan jam malam. Its oke kalau melanggar jam malam karena sesuatu yang sangat urgent. Tapi kuperhatikan, ketika mereka kuajak pulang dan mereka bilang “sebentar”, sebenarnya tak ada hal penting yang membuat mereka berkata ‘sebentar’ itu.”

Lalu sms dari al ukh yang tiap hari pulang pergi Depok-Bogor-Depok itu. Saat jemputan terlambat datang dan terpaksa terkatung-katung di jalanan malam-malam. “Orang yang masih protes tentang jam malam sepertinya harus merasakan tak nyamannya kehidupan malam di luar”.

How?

(di tengah riweh pikiran. tersisa 2 hari lagi. harus tetap semangat!)

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on May 26, 2010 in XX

 

ben opo jal?!

“njuk ben opo jal?”
pertanyaan final dari ibu kalo kami -kakak aku adek- izin melakukan hal yang aneh-aneh.

Pertanyaan sederhana. Ibu mempertanyakan kembali tentang niat, untuk apa melakukan sesuatu.

Hari ini sempat exciting oleh sesuatu hal. Sepele sebenarnya. Tapi entah kenapa tiba-tiba seperti ditampar, oleh hadits pertama arba’in. Seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Lalu jadi berfikir, inikah hal yang ingin kudapatkan? Dan Allah memberikan ini sebagai pengganti Allah dan rasulNya dalam kerja ini? Na’udzubillah… Ini bukan apa-apa. Sama sekali bukan apa-apa..

Sama sekali Allah terlalu sangat mahal untuk ditukar dengan niatan lain yang melenceng. Capek tanpa hasil…

Yuk. Review kembali niat. Untuk apa kita melalukan apa. Kenapa kita memilih apa. Tengok kembali hati ketika kita melakukan sesuatu atau merasa sesuatu. Sudah benarkah niat kita?

Waktu terlalu berharga untuk dinikmati dalam niatan yang tak lurus…

“Yaa Muqollibal quluub Tsabbit Qalbii ‘Alaa Diinik”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamaMu…”

Mudahkanlah kami, tunjukilah kami jalan dalam memenuhi janji ruh kami kepadaMu,,,

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2010 in Cerita Kata

 

malam tanggal 24 Mei

kembali disadarkan tentang begitu dekatnya diri dengan kematian…
tak ada yang pernah tahu. entah di kamar yang nyaman, di jalanan, saat shalat, atau bahkan saat bermaksiat, na’udzubillah min dzalik…

sungguh Dia mencipta setiap yang bernyawa itu akan mati…
mati dengan cara mereka sendiri-sendiri
mengapa takut mati?
bukan. bukan kematian yang ditakuti. tapi menumpukknya dosa dalam diri yang mungkin belum terampuni
dan mungkin terus bertambah kian hari…
bukan kematian yang ditakuti, tapi kekhawatiran bahwa amal selama ini tak ada harga di mataNYA karena sedikit kekotoran di hati…

dan kematian itu pasti. dengan cara yang unik masing-masing.

hm…cukup tergelitik ketika mendengar comment seseorang “ah, aku gak mau belajar motor, ntar jatuh kaya kamu”. sederhana saja. karena belum merasakan nikmatnya kehidupan jalanan yang penuh misteri dan tantangan itu, dan dia adalah orang yang cukup sabar untuk meniti jarak.

nasihat hari ini, untukku dan semua calon pengguna jalan hari ini dan esok :”bismillah, keep focus, jangan ngebut –nasihat ibu selalu untuk kakak– (untuk yang satu ini tiap orang punya standar. inilah susahnya…), daaan…pahami dan adaptasi dengan apa yang ada di hadapanmu (terutama bagi orang yang ‘punya banyak motor/mobil’, yang gonta-ganti merk hampir tiap hari, haha!).

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2010 in Lookinside

 

Alif

Panggilannya Alif.
Semula bentuknya donat, tapi kini mengalami perluasan. Penghuni yang semula 25-an orang menjadi 56 orang, dan akan bertambah 18 orang lagi September nanti, Insyaallah. Dan judul yang semula kosan muslimah itu berganti menjadi Pesantren Mahasiswi, hmm…

Baru saja para penghuninya diupgrade minggu lalu. Di sebuah pesantren pertanian yang benar-benar nyaman, sejuk, sunyi, menentramkan. Bersama Ustadz dan Ibunda tercinta…

Visi kami “Menjadikan santri Al Iffah wanita shalihah berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.”
Dan misi kami : 1. Salimul ‘aqidah, 2. Amar ma’ruf nahi munkar, 3. Menjadi imam dalam kebaikan.
Didukung oleh 6 program pendukung. Semua tertera rapi di papan hijau di mushola kayu kami.

Mushola, tempat tersejuk di siang hari dan terdingin di malam hari. Tempat mabit, tempat “i’tikaf” saat UTS/UAS datang, tempat ngenet dengan status sinyal ‘very good’, tempat ngadem di siang bolong karena kipas anginnya sejuk sangat. Juga tempat kami disatukan di 5 waktu sholat, kultum subuh, gathering, syuro alif, ta’lim Ustadz, lelang, pembagian ghonimah, mentoring, nyetrika+ngantrinya, baca buku di perpusnya, QL, menghafal, and many more…

Orang-orangnya beraneka ragam angkatan, sifat, cara berfikir, dan cara bicaranya. Mulai dari yang haroki abbis sampai yang ga bunyi kalo gak ditabuh (istilah ibu), mulai dari yang galak sampai yang ga enakan banget. Tapi diantara kami tidak ada yang mencapai zona ekstrim dengan semua itu. Membuat semua menjadi indah, mengajari masing-masing kami untuk legowo selalu. Sebagian kami ada yang menyebut kosan ini sebagai “kosan penuh aturan dan iqob” karena tiap PJ membuat aturan dan iqob masing-masing. riwwwwweh. Masulah-nya benar-benar harus orang yang mampu lapang dada, solutif, dan tanggap, dipilih di syuro general alif tiap tahunnya. Hidup Mba Mpit!

Kosan yang sangat strict tentang jam malam. Semenit saja terlambat dari jam 9, maka jangan harap PJ pintu mau membukakan. Lebih baik ngrepotin tetangga dengan mabit semalam. Pun boleh masuk, harus dengan alasan syari, dan langsung menghadap masulah untuk mempertanggungjawabannya.

Pengumuman-pengumuman hampir setiap hari ada. Yang paling dinanti adalah “ Al Iffah, ada ghonimah di kamar delapaaan…”.

Dan pengumuman rutin dari PJ ta’lim al inayah “Al Iffah, jangan lupa ada ta’lim. Bersama ustadz ini dan materinya ini ya…”. Atau “Al Iffah ada yang ngangkatin jemuranku?”. Atau “Al Iffah sholat jamaah segera dimulai”. Atau “ Al Iffah ada yang belum sholat? Bareng yuuuuk”. Atau “Al Iffah, berangkat dulu ya…mohon doanya… Assalamu’alaikum..”.

Aku suka di sini. Kalau ada yang bilang muslimah Al Iffah itu serem-serem, oh noooooo…. Tidak benar. Hanya didikan untuk lebih disiplin saja.

Kami pelangi yang penuh warna. Hidup bersama cahya Islam yang dipancarkan oleh pembimbing-pembimbing kami. Dalam hangat ukhuwah yang berenergi positif. Dalam indahnya saling bertausiyah. Dalam kawah candradimuka yang kian hari kian panas saja…

Suatu saat aku akan meninggalkannya. 2020 aku ingin kembali lagi kesini.
Sekaligus reunian Al Hur.
InsyaAllah.

Amin.

 
1 Comment

Posted by on May 15, 2010 in Cerita Kata

 

Islami Yaa Quds

Islami ya Qudsu inna lil fida
Zi yadii in maaddatid-dunya yadaa
Abadan lan taskiini abada
Innani arju ma’a yaumi ghada’
Huwa ma’i qalbi wa ‘azmi lil jihad
La amiilu la amallu la aliin
Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
Inrama… baghyus sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslamii fii kulli hiin
Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-ladzi ‘ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana
Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la aliin
Laki ya… qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
Inrama… baghyus sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslamii fii kulli hiin (ShoHar’s)

Al-Quds.
Sebuah cambuk bagi jiwa-jiwa yang hendak berniat duduk sebentar.
Mengingati mereka yang tak pernah duduk, apalagi terpejam.
Memandangi mata anak-anak yang penuh ketakutan.
Meresapi kobar-kobar laju ghiroh jihad yang tak pernah surut.
Menangkap sinyal-sinyal pesan tersurat dari pembawa batu yang tengah berhadapan dengan tank-tank hijau melaju.
Mencium wangi darah para syuhadanya.
Menatap lekat senyum mereka yang menghias mata yang terpejam damai.
Mata yang ketika sempat terpejam, hanya surga yang kan dilihat ketika ia terbuka, insyaAllah.
Maka kebahagiaan macam mana lagi yang lebih tinggi daripada syahid bersama ridhoNYA?

Rabb…
Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman
Dan indahnya tawakkal padaMU
Hidupkan dengan ma’rifatMU
Matikan dalam Syahid di jalanMU
ENGKAUlah PELINDUNG dan PEMBELA…

 
Leave a comment

Posted by on May 15, 2010 in Cerita Kata

 

Hajar.

Tertatih ia mengejar langkah lelaki itu. Sementara sang putra dalam dekapannya.
“Mau kemana? Sampai hatikah engkau meninggalkan aku dan anak bayimu di tengah padang tandus ini?” tanyanya.
Laki-laki itu hanya diam.
“Mau kemana? Sampai hatikah engkau meninggalkan aku dan anak bayimu di tengah padang tandus ini?”
Lelaki itu tetap diam.
Perempuan itu menghela nafas. Mulai menangis.
“Apakah ini perintah Allah?”
Dan lelaki itu menjawab “Ya”.
Mantap sudah hatinya. Rela ia dengan kepergian itu.
Dan lelaki itu pergi.
Padang gurun tandus. Angin kering. Tanpa air. Tanpa bekal makanan yang cukup. Tanpa secuil manusia pun mau hidup di sana… tapi wanita itu tlah ditinggalkan begitu saja oleh penanggung jawabnya. Tanpa bekal, tanpa sepatah kata. Wanita mana yang sanggup menanggungnya? Jika tanpa iman yang telah mengakar jauuuh ke dalam nurani, tak akan ia mampu berdiri tegak. Dan lihat, ia tak hanya berdiri, tapi berlari-lari antara dua bukit yang mengapitnya untuk mencari sumber air bagi sang putra yang mulai kehausan. Bayi mungil itu ia tinggalkan tergeletak. Tak lelah ia bolak balik menaiki dan menuruni dua bukit itu. Sampai ketika sebuah mata air muncul dekat kaki sang bayi…

Rabbana…

KuasaMu tanpa batas, sama sekali.
Dan wanita itu, sebuah potret keteguhan iman yang luar biasa.

Mampukah kita?
Memahami kedalaman perintah, tanpa membantah?
Menerima dengan kesiapan penuh dan melaksanakan dengan teguh?
Bertanggung jawab atas pilihan yang tlah diamanahkan di pundak?……………

Bunda Hajar. Pendamping salah seorang Rasul Allah yang luar biasa itu.

Merindukan Hajar-Hajar zaman ini… Merindukan menjadi-nya di sisa hidup yang entah tinggal berapa hari lagi…

 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2010 in XX

 

Perempuan, kenapa ?

Makhluk Allah XX itu memang unik. Dengan segala yang dimiliki oleh perempuan, mereka (include me of course, but here i feel more comfortable to use term ‘mereka’) pantas untuk mendapatkan perlakuan khusus.
Perempuan, mengapa perlu perlakuan khusus? Sampai-sampai ada divisi keakhwatan/kemuslimahan/keputrian di sebuah lembaga da’wah? Sampai-sampai LSM khusus memberdayakan perempuan pun didirikan?
Sampai saat tulisan ini ditulis, beberapa jawaban dari hasil bertanya sana-sini adalah : karena perempuan itu unik. Karena perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena perempuan adalah sesuatu di balik kesuksesan dan kehancuran laki-laki.
Saat iseng menilik sebuah LSM bernama Yasmina, yang khusus bergerak untuk memberdayakan perempuan dan keluarga, mereka memfokuskan kegiatan pada pemberdayaan perempuan dan keluarga karena keduanya tidak terpisahkan dan merupakan elemen penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ibu sebagai madrasah pertama akan sangat menentukan dalam pembangunan keluarga, masyarakat, dan lingkup yang lebih luas lagi.
Kemudian mari melihat fakta sekarang. Sudah jadi hal umum jika kebobrokan moral perempuan saat ini telah menjadi hal yang banyak dimaklumi. Sampai-sampai ada istilah PSK. Kata ’pekerja’ itu menunjukkan pengakuan terhadap mereka, bahwa mereka adalah sejajar dengan pekerja-pekerja lainnya. Lalu tentang sup janin. Saya baru mengetahui ada sup ini. Kalau anda mau search, hasilnya akan banyak. Cuma saya sarankan untuk tidak melihat gambar-gambarnya. Sup janin itu menunjukkan bahwa jiwa ibu sudah tidak memiliki rasa kasih sayang kepada anak-anaknya. Rasa sayang itu telah jauh-jauh tersembunyi dalam ruang kesadaran yang sempit, tertekan oleh nafsu-nafsu duniawi yang telah begitu merajai. Sampai-sampai, mereka tega menjual bayi imut-merah-lucu-tak berdosa itu dengan harga murah untuk dikonsumsi para kanibal. Lalu tentang bayi yang dimasukkan ke karung, dipotong-potong, deelel itu. Dimana nurani seorang ibu? Mengapa para perempuan itu tega berlaku begitu kejam?

 
2 Comments

Posted by on May 10, 2010 in XX