RSS

karena kita berbeda

14 Feb

Tulisan ini dibuat karena sedikit rasa penasaran saya tentang hal-hal yang oleh beberapa orang masih dipermasalahkan di kalangan kami, muslimah, khususnya di lingkungan saya sekarang.
##

Kita memang berbeda, dari awal Allah ciptakan kita.

Kromosom XX dan XY itu, berekspresi secara besar-besaran sehingga semakin lama kita semakin berbeda. Dan kromosom tubuh yang lain pun semakin menyesuaikan fungsi-fungsinya dalam perkembangannya.

Hingga Allah menurunkan banyak hukum-hukumnya tentang kita, yang semakin menunjukkan kespesifikan peran kita masing-masing. Dan kita seharusnya berjalan bersama aturan-aturan itu dengan harmoni. Dan akhirnya yang membedakan kita di hadapan Allah itu hanya taqwa…

Lihatlah bangun fisik kita Allah ciptakan. Anugerah mata yang sungguh menggembirakan. Warna-warninya dunia melukiskan dirinya dan menari-nari di bawah cahaya, hingga bayangannya tertangkap retina, sehingga sanggup kita nikmati sensasi indahnya. Namun dengan lembut Dia turunkan lampu kuning-Nya “menundukkan pandangan”.

Pun hidung, bibir, alis, pipi, dan keseluruhannya, menyusun sebentuk wajah yang enak dipandang. Wajah kaum hawa yang dibentuk oleh balutan jilbab rapi yang mengelilinginya. Tak apa-lah jika jilbab itu berwarna-warni sesuka hati kami, karena jelas tertulis bahwa “parfum laki-laki adalah yang tercium dan tidak tampak warnanya. Sedangkan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Pun jika baju-baju warna cerah itu kami kenakan, tak ada hal esensi dengan itu selagi fungsi pakaian itu sempurna menutup. Kenapa harus dipermasalahkan dengan alasan -katanya- menarik perhatian?

Nikmat tangan ini memudahkan kita menyentuh, memegang, mengangkat, dan banyak sekali yang lain. Pun jari-jarinya didesain begitu indah dan efisien sehingga mudah digunakan. Kukunya? Hm… sunnah hukumnya untuk kami mewarnainya, atau mengenakan cincin di salah satu jarinya. Seperti kata Baginda Rasul ketika seorang wanita protes kenapa tidak mau menerima buku yang diberikannya, dan mengatakan “Sesungguhnya aku tidak mengetahui apakah itu tangan orang perempuan atau orang laki-laki”. Lalu wanita itu menjawab “ ia adalah tangan wanita”. Maka beliau berkata, “ Seandainya aku seorang wanita, niscaya aku akan merubah kukumu dengan daun pacar”. (HR. Abu Dawud dan An-Nasai). Lalu, salahkah jika sebagian kami memilih tidak mewarnai kuku dengan alasan dapat menimbulkan imaji yang aneh-aneh di pikiran lawan jenis? Tentu tidak. Tapi tolong jangan melarang orang yang memakainya dengan mengemukakan alasan yang sama. Karena ini adalah sunnah Rasul, dan alasan itu pun entah benar atau tidak. Yang aku tahu bahwa keharusan untuk saling menjaga itu telah jelas. Dan lampu kuning untuk ini, tangan pun tak boleh sembarang menyentuh, karena besi panas masih lebih baik dibandingkan bersentuhan kulit non muhrim.

Lalu tentang standar penjagaan kami, dapat dipastikan berbeda tiap individunya. Penjagaan yang terkesan kaku yang mungkin tampak, atau suasana akrab yang sengaja kami ciptakan, jangan itu dijadikan standar penilaian penjagaan hati kami, karena treatment setiap kami berbeda. Ada code of conduct yang jelas mengatur tentang bagaimana seharusnya. Hanya kami tak ingin menutupi diri kami yang sebenarnya, karena COC bukan untuk menjadikan kami makhluk yang seragam dalam bertindak, tapi seragam dalam markanya. Namun jika ada keberatan, kita dapat bernegosiasi dalam hal ini.

Mungkin hal-hal ini, sebagian atau seluruhnya, hanya isu yang berkembang di antara kami, yang sebenarnya dianggap tak masalah, apalagi oleh orang-orang yang berhati bersih. Tapi yang tidak menyenangkan adalah jika kami terantuk hal-hal yang tidak terlalu esensi, hanya untuk menjaga perasaan kaum Adam, yang entah bagaimana sebenarnya. Yang kemudian menimbulkan dzon tak jelas juntrungnya. Yang jelas saya tahu bahwa aturan itu telah jelas, sehingga kita harus saling menjaga…

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on February 14, 2010 in XX

 

6 responses to “karena kita berbeda

  1. Wawan Dinawan

    February 16, 2010 at 3:19 PM

    sebenarnya, saya adalah orang yang ga suka liat akhwat pake pakaian yang mencolok…

    tapi untuk masalah lain yang tadi di bilang, saya ga ada masalah…

    sederhana, bukan hanya karena menarik perhatian, tapi beberapa ulama salaf melarang para akhwat untuk memakai pakaian yang mencolok, sehingga akhwat salaf selalu menggunakan pakaian yang gelap..

    bukan kita “ekstrim” dengan warna gelap, tapi paling tidak tidak terlalu mencolok.. ya, saya ga suka liat akhwat pake PINK..

    sayangnya, saya ga pernah bilang saya ga suka.. untung ain bikin, jadi saya bilang deh…hehehehe

     
  2. eye

    February 17, 2010 at 12:15 AM

    Wan keknya pake kata “muslimah” itu lebih baik, daripada akhwat. cz dah terlanjur ada persepsi umum yang salah di term ini, ngerti lah.
    tentang pink sudah dibahas juga di sebagian kami. yang w1 bilang kan subyektif banget, dengan mengatakan tidak suka. tapi ada alasan lain yang secara umum membuat kami tidak masalah jika ada yang memakai pink. tapi alasan ini tidak berlaku umum, hanya untuk orang tertentu. gak perlu ditulis di sini.

     
  3. Wawan Dinawan

    February 18, 2010 at 6:10 AM

    mmmm, ga subyektif juga siii…
    semuanya pake dalil kan… kan waan bilang klo yang tidak membolehkan itu sebagian ulama salafi, beberapa ulama ikhwan juga… namun ada juga yang membolehkan…

    pandangan wawan,
    Al-Qordhowi mengatakan, Islam itu memudahkan dan berhati-hati.. qordhowi lebih banyak memudahkan sedangkan salafi berhati-hati.. ada kalanya pandangan qordhowi benar dan ada kalanya pandangan salafi benar…
    dalam kasus ini, wawan lebih menyarankan agar akhwat berhati-hati dalam warna pakaiannya, yaitu tidak menggunakan warna yang mencolok.. memancing pandangan walau sebentar–lebih banyak yang lama kayanya–tetap saja mengundang seseorang memandang..

    namun pada akhirnya dikembalikan pada niat pelakunya, untuk apa ia melakukan itu… seperti ust hasan al-banna dalam pandangannya mengenai ijtihad..

    Allahu a’lam

     
  4. Wawan Dinawan

    February 23, 2010 at 8:56 PM

    Bukan pakaian yang mencolok yaitu segala pakaian yang dimaksudkan untuk menonjolkan dirinya diantara manusia seperti pakaian yang sangat bagus sekali sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mengenakan pakaian mencolok di dunia maka Allah akan mengenakan kepadanya (pakaian) kehinaan pada hari kiamat kemudian dimasukkan kedalam kobaran api.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, ini adalah hadits hasan). (Fatawa Yasaluunaka juz I hal 136 – 138)

     
  5. Wawan Dinawan

    February 23, 2010 at 9:01 PM

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: