RSS

Wanita itu memang dia.

16 Jan

Pernah mengenal orang yang mengunyah jantung Hamzah bin Abdul Muthallib?

Ketika menyimak sedikit latar belakang hidupnya, ternyata dia dikenal sebagai wanita yang fasih bicaranya, pemberani, kuat, berjiwa besar, seorang pemikir, penyair, dan bijak pula. Sekaligus dia adalah wanita yang sangat ambisius.

Mari simak beberapa kisah tentangnya :

Ayahnya menikahkannya dengan Fakihah bin Mughirah al-Makhzumi dan memiliki dua anak kemudian setelah itu keduanya cerai. Lalu berkata kepada kedua orang tuanya “Aku adalah wanita yang memiliki hak, maka janganglah menikahkan diriku dengan seorang laki-laki sebelum menawarkannya kepadaku.”.

Lalu suatu hari ada dua lelaki yang melamarnya. Laki-laki pertama adalah seorang yang terhormat, terpandang kemuliaannya, dapat mudah dipengaruhi karena kebodohannya, halus perangainya, pandai bergaul, penurut. Sedangkan laki-laki yang kedua adalah orang yang memiliki kehormatan, nasab dan kecerdasan yang tulen, gesit geraknya, berwibawa keluarganya, dapat mengatur keluarganya sedangkan keluarganya tunduk kepadanya, ia akan memberi kemudahan bagi mereka untuk mengikutinya, jika mereka menjauhinya itu adalah aib bagi mereka, memiliki semangat yang tinggi dan amat cepat terbangnya (lincah), kecil perutnya, jika lapar itu sudah biasa, jika berdebat tak dapat dikalahkan. Maka wanita itu berkata “Adapun laki-laki yang pertama, dia adalah tuan yang akan lenyap kemuliaannya, akan membinasakan isteri jika kelak dia tak dapat menjaga untuk senantiasa berlemah lembut dengannya setelah tadinya menolaknya, dia akan merendahkan diri dibawah lambung isterinya, jika menghasilkan keturunan menjadi anak yang bodoh, jika melahirkan maka menjadi salah karenanya.” Kemudian tentang laki-laki yang kedua, “Nikahkanlah aku dengannya, namun jangan tergesa-gesa seperti orang yang “beser”, jangan pula mendiktenya seperti api di tungku dan memintalah pilihan kepada Allah di langit agar memilihkan untukmu dengan ilmu-Nya terhadap qadha.”

Sayangnya, Allah mentakdirkannya jauh dari cahaya-Nya. Pada perang Badar Kubro, ayah dan pamannya terbunuh oleh pasukan Rasulullah SAW. Dendam memuncak. Dan pada perang berikutnya yaitu perang Uhud dimana suaminya menjadi panglima perang kaum kafir Quraisy, dia memberikan semangat berperang kepada orang-orang Qurasy bersama wanita musyrikin lainnya sambil memukul rebana dan bersyair:

Kami adalah wanita-wanita jalanan
Yang berjalan membawa bantal yang empuk
Jika kalian maju kami peluk
Jika kalian lari akan kami cerai

Wahai Bani Abdi Daar
Wahai para pejuang
Pukullah dengan segala senjata yang tajam

Dia juga memerintahkan Al-Wahsy bin Harb, budaknya, untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muthallib, kemudian memotong hidung dan kedua telinganya, merobek perutnya serta mengambil jantungnya lalu dikunyahnya, hanya saja ia tidak kuasa untuk menelannya maka diludahkan kembali.  Biadab.

Sebenih bibit yang unggul, tapi lahir dan tumbuh tanpa bingkaian akhlaq Islam, maka kehancuran-lah yang dibawanya. Dialah Hindun binti ‘Uthbah.

Sekarang ini, sisa-sisa jahili masih banyak melingkupi kehidupan para muslimah. Mari bersatu dalam gerak terpadu untuk memberantasnya. Lillah.

(dari beberapa sumber, di sela UAS. hmm…)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2010 in XX

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: